Pemerintah Provinsi Jakarta telah menyegel dua lapangan padel karena beroperasi tanpa izin bangunan yang semestinya, di tengah keluhan warga tentang kebisingan. Tindakan ini menyusul penertiban serupa terhadap fasilitas lain di awal pekan. Pejabat menekankan pentingnya kepatuhan untuk menjaga standar lingkungan.
Pemerintah Provinsi Jakarta menyegel lapangan padel Fourth Wall di Cilandak, Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 Maret 2026, karena tidak memiliki izin bangunan dan gangguan kebisingan yang berkelanjutan bagi warga sekitar. Hal ini menyusul peringatan yang dikeluarkan pada November 2025 dan lebih awal hari itu. Andy Lazuardy, Kepala Subbagian Cipta Karya, Tata Ruang, dan Tanah Jakarta Selatan, menyatakan, “Bangunan tersebut tidak memiliki izin tetapi tetap beroperasi. Ada juga keluhan kebisingan dari warga sekitar, sehingga disegel hingga persyaratan terpenuhi.” nnSehari sebelumnya, pada Senin, 2 Maret 2026, pihak berwenang menyegel MMT Padel di Kembangan, Jakarta Barat, karena alasan serupa. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyatakan bahwa fasilitas tersebut tidak dapat melanjutkan kegiatan hingga izin lengkap, menambahkan, “Kami terus mengatur sesuai prosedur, termasuk bangunan padel yang berada di wilayah RT/RW.” General Manager MMT Padel, Doris, menjelaskan bahwa upaya perizinan dimulai pada Juni 2025 tetapi memerlukan revisi gambar teknis dan rincian retribusi. nnPenegelan ini menyusul penutupan Star Padel di Pulogadung, Jakarta Timur, pada 26 Februari 2026, yang dipicu keluhan warga di Kelurahan Kayu Putih tentang kebisingan larut malam. Data dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta menunjukkan 397 lapangan padel di seluruh kota, dengan 185 yang tidak memiliki persetujuan. Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan penegakan ketat, mengatakan, “Ketertiban pembangunan di Jakarta juga penting, termasuk ruang terbuka hijau yang tidak boleh digunakan untuk lapangan padel.” nnMeski ada penindakan, Pramono sebelumnya menyoroti potensi padel untuk pariwisata olahraga saat pembukaan Turnamen Padel Komunitas DYA pada 1 Oktober 2025, menggambarkannya sebagai cara mempererat ikatan komunitas dan gaya hidup sehat. Operator seperti Fourth Wall berencana menambahkan peredam suara untuk mengatasi kekhawatiran dan melanjutkan operasi setelah patuh.