Akuarium Tennessee perkenalkan pameran Scuttlebutt Reef

Akuarium Tennessee di Chattanooga telah membuka galeri interaktif baru bernama Scuttlebutt Reef, yang menampilkan 11 pameran tentang makhluk laut dan mitos. Ruang ini mengeksplorasi rumor tentang kehidupan laut melalui pameran yang dapat disentuh secara langsung. Pengunjung dapat belajar tentang hewan seperti udang mantis merak dan belut moray hijau dalam lingkungan yang imersif.

Akuarium Tennessee secara resmi meluncurkan galeri Scuttlebutt Reef-nya selama akhir pekan di dalam gedung Ocean Journey. Pameran baru ini menggantikan galeri Boneless Beauties sebelumnya, yang diluncurkan pada 2005, dan menawarkan ruang yang lebih besar, lebih menarik dengan struktur karang cerah, tema nautika, dan elemen interaktif yang cocok untuk pengunjung muda.  nnAlison Pryor dari akuarium membahas pameran ini dengan pembawa acara Gino D, menjelaskan tujuannya untuk mengubah obrolan santai tentang keanehan laut menjadi pengalaman pendidikan. 11 pameran tersebut membahas mitos seperti “Ada alien yang tinggal di lautan” atau “Beberapa ikan punya kaki,” memungkinkan tamu memverifikasi fakta melalui layar sentuh.  nnPoin utama mencakup belut moray hijau (Gymnothorax funebris), yang digambarkan dalam film sebagai mengancam tetapi sebenarnya pemalu. Udang mantis merak menonjol karena pukulannya yang kuat; stasiun interaktif memungkinkan pengunjung membandingkan kekuatan mereka dengan kekuatan udang tersebut. Fitur lainnya meliputi ubur-ubur sisir, kelinci laut California, dan habitat terumbu karang seluas 6.000 galon yang meniru Segitiga Karang Indo-Pasifik. Pusat pameran ini, yang dapat dilihat melalui jendela setinggi 16 kaki, menampung lebih dari 40 spesies ikan, karang, dan invertebrata, termasuk frogspawn (Euphyllia paradivisa) dan blue mandarin dragonet (Synchiropus splendidus).  nnInteraktif tambahan menggunakan lensa berwarna untuk mensimulasikan cara hiu tertentu memandang spesies bawah air yang bersinar. Pameran ini juga menekankan bagaimana tindakan manusia memengaruhi ekosistem laut, bahkan bagi mereka yang tinggal di pedalaman.  nnUntuk tiket dan detail, kunjungi TNAQUA.ORG.

Artikel Terkait

Crowd celebrating the grand re-opening of Gray’s Reef Ocean Discovery Center with ribbon-cutting ceremony and ocean exhibits visible.
Gambar dihasilkan oleh AI

Gray’s Reef Ocean Discovery Center menjadwalkan pembukaan kembali besar-besaran

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Gray’s Reef Ocean Discovery Center di Savannah akan menggelar pembukaan kembali besar-besaran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Ini menyusul resepsi VIP yang diadakan di pusat tersebut pada Kamis, 26 Februari 2026. Foto-foto resepsi tersedia melalui publikasi lokal.

Akuarium Tennessee di Chattanooga siap meluncurkan pameran Scuttlebutt Reef barunya pada 7 Maret, menampilkan 11 paparan baru kehidupan laut. Para staf menyatakan kegembiraan atas galeri interaktif ini, yang menyoroti makhluk seperti belut moray dan udang mantis merak. Pembukaan ini dilakukan menjelang libur musim semi, bertujuan menarik keluarga dan penggemar lautan.

Dilaporkan oleh AI

Classic City Aquariums telah membuka kembali pintunya di dalam Georgia Square Mall di Athens, Georgia, menawarkan tempat pelarian akuatik nostalgia bagi penduduk setempat. Pemilik bersama Jimmie Rattles dan Adam Daniel menghidupkan kembali bisnis setelah menutup lokasi sebelumnya, memadukan sejarah pribadi dengan minat komunitas dalam memelihara ikan. Toko ini menekankan propagasi karang berkelanjutan dan menyediakan layanan akuarium di seluruh wilayah.

The Academy Museum of Motion Pictures in Los Angeles has opened a new exhibition immersing visitors in the aquatic world of Hayao Miyazaki's classic Ponyo. Dozens of drawings, storyboards, and other elements gifted by Studio Ghibli are on display, following the museum's 2021 opening retrospective dedicated to the Japanese animation master.

Dilaporkan oleh AI

Peneliti di American Museum of Natural History mengumumkan penemuan lebih dari 70 spesies baru tahun ini, mencakup dinosaurus, mamalia, serangga, dan bahkan mineral baru. Banyak temuan ini muncul dari pemeriksaan ulang spesimen museum yang lama disimpan, menyoroti potensi yang belum dimanfaatkan dari koleksi sejarah alam. Penemuan ini menekankan kekayaan biodiversitas Bumi yang berkelanjutan di tengah kemajuan teknologi modern.

Peneliti telah menggali situs fosil luar biasa di Tiongkok selatan yang melestarikan ekosistem laut berusia 512 juta tahun dari periode Kambrium. Penemuan ini, yang dikenal sebagai biota Huayuan, memberikan wawasan tentang kehidupan setelah peristiwa kepunahan Sinsk sekitar 513,5 juta tahun lalu. Ini mencakup ribuan fosil, banyak di antaranya sebelumnya tidak dikenal oleh ilmu pengetahuan.

Dilaporkan oleh AI

Akademi Karang di Sekolah Ilmu Hayati Universitas Tiongkok Hong Kong dan Perusahaan Ocean Park telah menandatangani Nota Kesepahaman untuk meningkatkan kolaborasi dalam konservasi laut, dengan fokus pada karang. Perjanjian tersebut mencakup penelitian bersama, pendidikan, dan upaya kesadaran publik. Perjanjian ini juga bertepatan dengan peluncuran Paparan Keanekaragaman Hayati Laut Hidup baru di Grand Aquarium Ocean Park.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak