Andy Burnham resmi menjadi perdana menteri Inggris pada hari Senin setelah menggantikan Keir Starmer sebagai pemimpin Partai Buruh, dengan menjanjikan model ekonomi baru dan gaya politik yang lebih kolaboratif. Burnham, 56 tahun, adalah perdana menteri ketujuh di negara tersebut sejak tahun 2016.
Dalam pidato pertamanya di luar 10 Downing Street setelah ditunjuk oleh Raja Charles III, Andy Burnham mengatakan bahwa Inggris perlu “mendapatkan kembali stabilitas kita” dan membuat politik “berjalan lebih baik,” dengan argumen bahwa negara tersebut membutuhkan jeda dari gejolak selama bertahun-tahun.
“Kami akan menjadikan momen ini sebagai pemutus sirkuit bagi Inggris, dengan menghadirkan perubahan terbesar dalam 40 tahun terakhir, sebuah model politik baru, dan model ekonomi baru,” ujar Burnham.
Burnham mengatakan Inggris telah mengambil “belokan yang salah” pada tahun 1980-an, dengan argumen bahwa kekuasaan politik menjadi lebih terpusat, kekuasaan ekonomi diprivatisasi, dan sebagian wilayah negara mengalami deindustrialisasi.
Ia juga berjanji untuk menempatkan “kebutuhan hidup pokok” di bawah kendali publik yang lebih kuat agar lebih terjangkau, serta menyatakan keinginannya untuk meningkatkan kendali publik atas air dan listrik, ditambah dengan pendanaan lebih besar untuk perumahan yang terjangkau sebagai bagian dari upaya meringankan tekanan biaya hidup.
Jalan Burnham menuju kursi perdana menteri semakin cepat setelah ia kembali ke Parlemen bulan lalu dan kemudian memenangkan kepemimpinan Partai Buruh pekan lalu, menggantikan Starmer tanpa melalui pemilihan umum.
Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump pada hari Minggu mengatakan bahwa Burnham telah menyatakan ia akan “membuka” Laut Utara untuk pengeboran minyak, dengan mengutip laporan serta memuji prospek tersebut. Burnham sebelumnya pernah mengkritik Trump, termasuk pernyataan setelah kerusuhan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021, di mana ia mengatakan politisi Inggris yang mendukung Trump seharusnya “merasa malu.”