Dominik Tarczyński, anggota Parlemen Eropa asal Polandia, dilarang memasuki Inggris untuk berbicara dalam unjuk rasa 'Unite the Kingdom' yang dijadwalkan pada hari Sabtu di London. Kementerian Dalam Negeri Inggris, yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood, menilai kehadirannya tidak kondusif bagi kepentingan publik. Tarczyński telah mengumumkan rencana untuk menggugat Perdana Menteri Keir Starmer secara pribadi.
Tarczyński, dari partai Law and Justice Polandia, dijadwalkan untuk menjadi pembicara utama dalam acara tersebut, namun kini menjadi salah satu dari tujuh tokoh internasional yang ditolak masuk. Ia menggambarkan keputusan tersebut di media sosial sebagai tindakan otoriter, dengan menyatakan, “Seperti inilah wajah komunisme di abad ke-21.” Ia menambahkan bahwa Starmer akan menghadapinya di pengadilan secara pribadi setelah pemilihan umum berikutnya.