Otoritas mengatakan penembakan Hanukkah di Pantai Bondi dilakukan oleh ayah dan anak, Sajid dan Naveed Akram, menggunakan senjata api legal dalam serangan yang membunuh setidaknya 15 orang. Detail baru muncul tentang korban, termasuk penyintas Holocaust, saat muncul pertanyaan tentang perizinan senjata, polisi, dan lonjakan insiden antisemit.
Penembakan massal teroris di Pantai Bondi Sydney selama perayaan "Chanukah by the Sea" pada 14 Desember 2025 menewaskan setidaknya 15 orang dan puluhan luka, yang digambarkan otoritas sebagai serangan antisemit terhadap komunitas Yahudi.
Polisi mengidentifikasi penyerang sebagai Sajid Akram, 50, dan putranya Naveed, 24, keduanya dari Sydney. Otoritas New South Wales melaporkan mereka menembak dari jembatan pejalan kaki di atas Archer Park dekat Pantai Bondi selama acara sore yang dihadiri 1000 orang. Sajid ditembak polisi di tempat; Naveed terluka parah di RS.
Menurut Daily Wire, Sajid imigrasi 1998 visa pelajar, jadi PR setelah nikah warga AU, Naveed lahir di AU. Naveed diselidiki ASIO 2019 link ISIS tapi tak ancam. Serangan dianggap ekstremis Islam & antisemit, bendera ISIS di mobil.
Sajid punya lisensi senjata legal, 6 senjata dari klub tembak & lisensi berburu. Senjata rifle bolt-action & shotgun, bukan semi-auto.
Dua IED ditemukan, rudimenter tapi aktif, dinetralkan.
Korban 15+, termasuk anak, naik ke 16, 40+ luka incl anak & polisi.
Korban: Rabbi Eli Schlanger, Yaakov Levitan, Reuven Morrison, Matilda 10yo, Peter Meagher, Dan Elkayam, Alex Kleytman Holocaust survivor.
Saksi Arslan Ostrovsky: chaos, bloodbath.
Hero Ahmed al-Ahmed takedown penyerang, luka bahu.
Durasi 11-20 menit.
Kritik respons polisi.
Debat gun control, Albanese ingin lebih ketat.
Laws post Port Arthur 1996.
Lonjakan antisemit post Oct7 2023.
Kondemnasi luas.