Saham Asia jatuh mengikuti Wall Street setelah data inflasi AS menunjukkan pertumbuhan harga yang lebih cepat. Kenaikan harga minyak akibat konflik di Iran mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun 2027.
Pergerakan ini terjadi saat investor bereaksi terhadap data harga konsumen yang lebih tinggi dari Amerika Serikat. Meningkatnya biaya energi yang dikaitkan dengan perkembangan di Iran berkontribusi pada kenaikan inflasi dan membebani sentimen pasar.