Dow Jones jatuh 768 poin karena The Fed mempertahankan suku bunga

Pasar saham AS jatuh setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah dan mengisyaratkan hanya satu kali penurunan suku bunga tahun ini. Dow Jones turun 768 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq turun lebih dari 1,3%. Kenaikan harga minyak, ketegangan geopolitik, dan kenaikan Producer Price Index berkontribusi pada ketidakpastian.

Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini, dengan para pejabat memproyeksikan hanya satu kali penurunan suku bunga untuk tahun depan. Pengumuman ini memicu penurunan tajam di seluruh indeks saham utama AS. Dow Jones Industrial Average turun 768 poin, mencerminkan kekhawatiran pasar yang lebih luas. Demikian pula, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun lebih dari 1,3% selama sesi tersebut, karena para investor bereaksi terhadap pandangan the Fed terhadap kebijakan moneter dan data inflasi dari Producer Price Index yang mencatat kenaikan. Tekanan tambahan datang dari kenaikan harga minyak di tengah ketegangan geopolitik, termasuk yang berhubungan dengan Iran. Meskipun secara keseluruhan mengalami penurunan, beberapa perusahaan berhasil membukukan keuntungan, melawan tren dalam lingkungan perdagangan yang tidak stabil. Kombinasi antara suku bunga yang stabil, ekspektasi pemangkasan, dan faktor ekonomi eksternal menggarisbawahi ketidakpastian yang dihadapi Wall Street.

Artikel Terkait

Worried traders on the Seoul stock exchange floor monitor the falling KOSPI index ahead of the US Federal Reserve meeting.
Gambar dihasilkan oleh AI

Seoul stocks fall ahead of Fed meeting

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Seoul stocks declined on Tuesday ahead of the US Federal Reserve's interest rate decision, following a higher close on Monday. The KOSPI index opened down 0.36 percent at 4,139.69 and fell further by 0.51 percent to 4,133.64 as of 11:20 a.m. Investors anticipated a rate cut but sought clues on future monetary policy.

Wall Street's main indices show moderate gains in a low-volatility session, as investors digest retail sales data below expectations and await Wednesday's employment report.

Dilaporkan oleh AI

Ekuitas Asia dibuka lebih tinggi, mengikuti kenaikan di saham-saham AS dan Treasury, karena para investor mengabaikan ketegangan geopolitik. Pasar menunjukkan optimisme yang hati-hati meskipun ada kekhawatiran atas harga minyak dan inflasi, dengan keputusan suku bunga Federal Reserve yang tertunda. Harga minyak bertahan di dekat $103 di tengah ekspektasi akan berlanjutnya volatilitas hingga energi stabil.

Asian stock markets opened in the red on Wednesday due to the US-Iran conflict, with South Korea experiencing a historic plunge in its Kospi index. Positive US employment data boosted gains in Wall Street and the Mexican Stock Exchange. President Claudia Sheinbaum assured that Mexico is working to prevent fuel price increases.

Dilaporkan oleh AI

The US S&P 500 index closed at a record high of 6,909 points, up 0.46%, driven by GDP data showing 4.3% annualized growth in the third quarter. This news reversed early losses in Wall Street and Europe, where the Ibex 35 rose 0.14% to 17,182.8 points. Optimism also boosted the Nasdaq, which gained 0.57% to 23,561 points, led by Nvidia.

Japan’s Nikkei share average fell 1.1% to 56,821.39 in morning trade on Friday, tracking losses on Wall Street amid rising geopolitical tensions between the U.S. and Iran. Technology stocks weighed heavily on the index, while the air transport sector saw sharp declines. Investors appeared cautious ahead of a three-day weekend.

Dilaporkan oleh AI

South Korean stocks traded lower late Tuesday morning, led by declines in tech shares amid weakening investor sentiment over diminished expectations for a Federal Reserve rate cut. The KOSPI index fell 1.95 percent to 4,009.65 as of 11:20 a.m. The drop followed overnight losses on Wall Street.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak