Indonesian businesspeople in Jakarta react with concern to rising oil prices and inflation risks from the Iran-Israel conflict fallout, as monitored by Bank Indonesia.
Indonesian businesspeople in Jakarta react with concern to rising oil prices and inflation risks from the Iran-Israel conflict fallout, as monitored by Bank Indonesia.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pengusaha Indonesia siapkan mitigasi dampak konflik Iran-Israel

Gambar dihasilkan oleh AI

Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang memanas sejak akhir Februari 2026 memicu kenaikan harga minyak dan emas dunia, mendorong pengusaha Indonesia menyiapkan langkah mitigasi risiko jangka pendek. Bank Indonesia waspada terhadap potensi inflasi akibat biaya transportasi dan produksi yang melonjak. Pasar saham Asia turun, sementara investor beralih ke aset aman seperti emas.

Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei serta beberapa pejabat senior pemerintah dan militer. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz, yang dilalui lebih dari 14 juta barel minyak per hari pada 2025 atau sepertiga ekspor minyak mentah dunia melalui laut, memperburuk situasi.

Harga minyak dunia naik: minyak Brent meningkat 7,14 persen menjadi US$78,07 per barel, sementara minyak mentah AS naik 0,15 persen ke US$71,33 per barel. Harga emas dunia juga melonjak 1,77 persen atau 93,34 poin menjadi US$5.368,15 per ons troy pada 3 Maret 2026.

Di Indonesia, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menyatakan dunia usaha mengadopsi pendekatan 'wait and see but prepared'. "Secara keseluruhan, dunia usaha menyikapi kondisi ini dengan pendekatan 'wait and see but prepared' apabila tekanan global berlanjut," katanya di Jakarta pada 3 Maret 2026. Mitigasi mencakup penyesuaian biaya produksi, peningkatan efisiensi, pengelolaan eksposur valas, dan diversifikasi pasokan. Apindo mendorong pemerintah menjaga stabilitas harga energi dan pangan, serta mempertahankan politik luar negeri bebas aktif untuk menghindari keterlibatan konflik.

Pengamat pasar Reydi Octa mencatat investor domestik selektif memilih saham energi yang diuntungkan dari kenaikan minyak. "Di domestik, investor akan selektif ke saham energi atau komoditas yang diuntungkan kenaikan harga minyak," ujarnya. Dampak jangka pendek termasuk penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat pengurangan eksposur investor asing dan pelemahan rupiah.

Bank Indonesia (BI), melalui Deputi Gubernur Aida S. Budiman, memantau risiko inflasi. Inflasi Februari 2026 mencapai 4,76 persen year-on-year, dipengaruhi low base effect dari diskon listrik tahun sebelumnya. "Sekarang kita sudah mulai melihat bagaimana perkembangan harga minyak, harga emas, dan nanti juga penting untuk melihat harga pangan," kata Aida. BI berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, dengan prospek ekonomi 2026 tetap terjaga.

Pasar Asia-Pasifik merosot pada 3 Maret 2026: Kospi Korea turun hampir 2 persen, Nikkei 225 melemah 0,42 persen, dan S&P/ASX 200 turun 0,57 persen. Bursa AS tutup beragam, dengan Dow Jones Industrial Average turun 0,15 persen menjadi 48.904,78.

Artikel Terkait

Illustration of Indian markets declining due to geopolitical tensions with Iran, showing traders and falling financial indicators.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pasar dan rupee India melemah seiring sinyal Trump untuk mengakhiri gencatan senjata Iran

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Saham dan mata uang rupee India jatuh tajam pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal berakhirnya gencatan senjata dengan Iran. Serangan baru AS terhadap Iran dan kenaikan harga minyak memicu aksi jual tersebut. Harga emas dan perak juga memperpanjang kerugian dalam perdagangan di Mumbai.

Pemerintah Indonesia diminta memperkuat ketahanan ekonomi menghadapi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Para ahli menekankan pentingnya diversifikasi pasar dan diplomasi adaptif.

Dilaporkan oleh AI

Governments in Asia, the top oil-importing region, are seeking alternatives to shield economies from the energy crisis triggered by the Iran war. The Asian Development Bank cut its growth forecast for developing Asia to 4.7% this year. Oil imports to the region plunged 30% in April.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak