Harga minyak terus naik tajam menuju $100 per barel pada hari ke-8 konflik Israel-AS-Iran, meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Melanjutkan lonjakan minggu lalu di tengah serangan awal, eskalasi ini memicu volatilitas pasar global, dengan saham India menghadapi risiko inflasi yang lebih tinggi akibat ketergantungan impor minyak.
Konflik Israel-AS-Iran, yang kini memasuki hari ke-8, telah mendorong minyak Brent naik 8% menjadi di atas $90 per barel—naik dari sekitar $71 di awal minggu—mendekati $100. Ini menyusul puncak multi-bulan yang dipicu serangan awal AS dan Israel yang dilaporkan akhir bulan lalu. nAncaman terhadap Selat Hormuz berlanjut, dengan analis memperingatkan premi geopolitik potensial yang bisa mendorong harga hingga $150 jika gangguan berlarut. Saham energi dan pertahanan menguat, sementara sektor perjalanan dan transportasi menderita. Pasar India, bergantung pada impor Timur Tengah, bergulat dengan tekanan inflasi dan penekanan margin. nDi tengah gejolak lebih luas—termasuk penurunan data payroll Februari yang mengejutkan dan inflasi yang sulit mereda—permintaan AI menstabilkan saham teknologi seperti NVIDIA, Broadcom, dan Marvell. Risiko geopolitik terus mendominasi sentimen.