Harga minyak mentah melonjak di tengah ketegangan Iran-Israel

Harga minyak melonjak tajam setelah serangan AS dan Israel ke Iran, memperburuk ketegangan Timur Tengah. Kontrak berjangka Brent dan WTI mencapai level tertinggi beberapa bulan karena risiko pasokan melalui Selat Hormuz mengintai. Analis memprediksi kenaikan lebih lanjut, berpotensi mencapai 80 dolar AS per barel pada 2026, naik 20%.

Eskalasi terbaru dalam konflik Iran-Israel telah memicu kenaikan signifikan dalam harga minyak global. Setelah serangan AS dan Israel terhadap target Iran, kontrak berjangka Brent dan West Texas Intermediate (WTI) naik ke level tertinggi dalam beberapa bulan. Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran yang meningkat atas potensi gangguan pasokan minyak melalui Selat Hormuz, titik sempit kritis untuk pengiriman energi global. Pengamat pasar mencatat bahwa premi perang yang tertanam dalam harga saat ini bisa bertahan, mendorong keuntungan lebih lanjut. Proyeksi menunjukkan minyak mentah bisa naik 20% pada 2026, mencapai 80 dolar AS per barel. Perkembangan seperti itu dapat menekan pasar saham dan sektor yang sensitif terhadap biaya minyak, termasuk transportasi dan manufaktur. Di India, implikasinya signifikan bagi perusahaan pemasaran minyak. Saham Bharat Petroleum Corporation (BPCL), Hindustan Petroleum Corporation (HPCL), dan Oil India bisa menghadapi volatilitas di tengah pergeseran pasar minyak global dan dinamika perdagangan minyak MCX. Pasar saham India, yang sudah peka terhadap tren energi internasional, mungkin mengalami dampak lebih luas dari risiko geopolitik ini. Kata kunci dari analisis pasar menyoroti konflik Iran-Israel, risiko pasokan Selat Hormuz, dan lonjakan harga minyak sebagai pendorong utama di balik reli saat ini.

Artikel Terkait

Dramatic photo of Strait of Hormuz blockade with warships, smoke from strikes, surging oil prices on screens, and crashing stock markets amid Middle East conflict.
Gambar dihasilkan oleh AI

Middle East Conflict Drives Oil Prices Higher Amid Strait Closure, Deepens Global Market Sell-Off

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

As the US-Israel-Iran conflict escalates following February 28 strikes and weekend retaliation—including the reported death of Ayatollah Khamenei—the Strait of Hormuz has closed, pushing oil prices to new highs and intensifying market volatility. Updated casualties exceed 740, while analysts predict inflation spikes and delayed rate cuts. Mexico sees sharp peso depreciation and stock plunges.

The price of Brent Crude Oil has risen to nearly 84 dollars per barrel amid ongoing conflict in the Middle East. This surge marks the highest level since July 2024 and raises concerns about potential supply disruptions through the Strait of Hormuz. Analysts warn that the escalation could compound global inflation risks.

Dilaporkan oleh AI

Oil prices recorded their largest daily gain since October, driven by concerns over a potential new conflict between the United States and Iran. Brent crude surpassed US$71 per barrel after a 4.3% rise, while West Texas Intermediate traded above US$66. Analysts warn that the US military buildup in the region could close the window for a diplomatic agreement.

Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, yang melibatkan serangan udara AS dan Israel terhadap Iran serta serangan balasan Iran, telah menyebabkan penangguhan penerbangan secara luas oleh maskapai regional. Harga minyak melonjak lebih dari 10% menjadi lebih dari $75 per barel karena penutupan Selat Hormuz. Analis memprediksi potensi kenaikan tarif penerbangan karena maskapai menghadapi biaya bahan bakar yang lebih tinggi.

Dilaporkan oleh AI

Indian stock markets recorded a sharp decline on Monday due to escalating tensions in West Asia. US and Israel strikes on Iran caused crude oil prices to surge, heightening investor caution. Iran has closed the Strait of Hormuz, potentially disrupting global oil supplies.

The Iranian government is blocking the Strait of Hormuz, preventing oil tankers from passing. This has caused fuel prices at German gas stations to rise, particularly for diesel.

Dilaporkan oleh AI

As the U.S.-Israel Operation Epic Fury against Iran's leadership expands—with Iranian retaliation, Hezbollah, and Houthi involvement—the conflict's fallout intensifies for South Korea. Stocks plunged further Wednesday, oil prices rose amid Strait of Hormuz threats, and policymakers urge preparations for prolonged instability, building on prior evacuations and stabilization measures.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak