Illustration depicting Middle East conflict-induced oil price surge weakening Indonesia's rupiah and stocks, amid government fuel price stability pledge.
Illustration depicting Middle East conflict-induced oil price surge weakening Indonesia's rupiah and stocks, amid government fuel price stability pledge.
Gambar dihasilkan oleh AI

Konflik timur tengah picu lonjakan harga minyak dan tekanan ekonomi indonesia

Gambar dihasilkan oleh AI

Eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran di Timur Tengah menyebabkan harga minyak dunia melonjak di atas US$100 per barel, memicu pelemahan rupiah ke Rp17.000 dan penurunan tajam IHSG. Pemerintah Indonesia menegaskan ekonomi domestik tetap ekspansi meski menghadapi risiko inflasi dan PHK. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga Hari Raya.

Konflik geopolitik di Asia Barat memanas sejak 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, menewaskan lebih dari 1.000 orang termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan terhadap pangkalan AS dan fasilitas Israel. Pada 8 Maret 2026, serangan udara AS-Israel menargetkan fasilitas minyak Iran di Teheran, menyebabkan kerusakan parah pada Depo Minyak Shahran.

Harga minyak Brent melonjak ke US$118 per barel pada 9 Maret 2026, tertinggi sejak Juni 2022, memicu gejolak ekonomi Indonesia. Rupiah melemah ke Rp17.000 terhadap dolar AS, sementara IHSG anjlok 3,48% atau 264,62 poin menjadi 7.321,07 di sesi pagi. Sektor bahan baku turun 5,55%, diikuti konsumer siklikal dan industri.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, “Ekonomi sedang ekspansi. Resesi saja belum, melambat pun belum,” saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jakarta, pada 9 Maret 2026. Ia menekankan pelemahan dipengaruhi sentimen global dan kenaikan energi, tapi ruang fiskal cukup untuk subsidi BBM tanpa kenaikan harga. Asumsi APBN harga minyak 70 dolar AS per barel, dan pemerintah memantau rata-rata tahunan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, “Saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insyaAllah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi,” di Kantor Kementerian ESDM. Pasokan aman, meski harga dunia naik; opsi termasuk percepatan biodiesel B40 ke B50 dan etanol E20.

Anggota DPR Pulung Agustanto khawatir lonjakan energi berdampak PHK di sektor tekstil, alas kaki, dan manufaktur. “Ketergantungan dunia usaha pada pasokan energi... bisa berdampak serius. Saya mengkhawatirkan terjadi gelombang PHK di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis 9 Maret 2026. Risiko inflasi dan penurunan daya beli juga muncul, meski InJourney optimistis pariwisata domestik kuat dengan proyeksi pertumbuhan 14,4% wisatawan.

Pengamat Ibrahim Assuaibi mencatat harga minyak mencapai 117 dolar AS per barel akibat ketegangan di Timur Tengah, berpotensi tekan fiskal jika berlanjut.

Artikel Terkait

Indonesian businesspeople in Jakarta react with concern to rising oil prices and inflation risks from the Iran-Israel conflict fallout, as monitored by Bank Indonesia.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pengusaha Indonesia siapkan mitigasi dampak konflik Iran-Israel

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang memanas sejak akhir Februari 2026 memicu kenaikan harga minyak dan emas dunia, mendorong pengusaha Indonesia menyiapkan langkah mitigasi risiko jangka pendek. Bank Indonesia waspada terhadap potensi inflasi akibat biaya transportasi dan produksi yang melonjak. Pasar saham Asia turun, sementara investor beralih ke aset aman seperti emas.

Oil prices surged about 20% on Monday as the expanding U.S.-Israeli war with Iran prompted major Middle Eastern producers to cut supplies, reaching highs not seen since July 2022. Iraq and Kuwait have reduced output, amid fears of prolonged disruptions in the Strait of Hormuz. The conflict could impose weeks or months of elevated fuel costs worldwide, even if it resolves quickly.

Dilaporkan oleh AI

Oil prices peaked above $114 per barrel on March 9 as the Iran war intensified, building on yesterday's surge past $110. Indian markets plunged amid fuel cost fears, while Asian governments rolled out measures to shield consumers from spiking prices.

Crude oil prices have climbed above $110 per barrel—up 20% in days and over 50% since the war began—as the US-Israel conflict with Iran persists into its second week, fueling fears of prolonged supply disruptions in the Persian Gulf. Asian markets tumbled, while US President Donald Trump called the spike a 'necessary sacrifice' for security.

Dilaporkan oleh AI

The price of Brent Crude Oil has risen to nearly 84 dollars per barrel amid ongoing conflict in the Middle East. This surge marks the highest level since July 2024 and raises concerns about potential supply disruptions through the Strait of Hormuz. Analysts warn that the escalation could compound global inflation risks.

Setelah serangan AS dan Israel ke Iran yang membunuh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan memicu gangguan Selat Hormuz, harga minyak naik hampir 8% di tengah ketegangan yang berlangsung. Pasar India kehilangan Rs 6,35 lakh crore pada Selasa, dengan rupee melemah karena kekhawatiran pasokan. Secara global, dolar menguat sebagai safe haven sementara yen dan euro melemah.

Dilaporkan oleh AI

Nilai tukar rupiah melemah mendekati Rp 17.000 per dolar AS pada 21 Januari 2026, dipicu oleh tekanan global dan domestik. Ekonom Josua Pardede menekankan perlunya kepastian kebijakan fiskal untuk memulihkan kepercayaan pasar. Sementara itu, IHSG dibuka melemah seiring risiko eksternal yang meningkat.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak