BSMI beri apresiasi kepada dua jurnalis yang ditangkap Israel

Bulan Sabit Merah Indonesia memberikan apresiasi kepada dua jurnalis Republika yang pernah ditangkap tentara Israel saat misi kemanusiaan.

Acara Milad ke-24 BSMI digelar di Jakarta pada Ahad 12 Juli 2026. Dua jurnalis yaitu Bambang Noroyono atau Abeng dan Thoudy Badai mendapat apresiasi karena ikut misi Global Sumud Flotilla.

Abeng berkata jangan berhenti sampai Palestina merdeka. Duta Besar Palestina untuk RI Abdul Fatah A.K. Al-Sattiri menyatakan para aktivis mengetahui risiko penangkapan namun tetap menjalani misi.

Ketua Majelis Pertimbangan Anggota BSMI Prof Dr dr Basuki Supartono SpOT menegaskan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas negara. Ia juga mengingat BSMI didirikan pada 2002 di masjid Al Azhar Jakarta.

Artikel Terkait

News illustration of Israeli interception of Gaza flotilla with detained Indonesians and flags, representing Indonesia's condemnation.
Gambar dihasilkan oleh AI

Indonesia kecam pencegatan flotilla gaza oleh israel

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat armada Global Sumud Flotilla di perairan internasional dekat Siprus pada Senin. Beberapa warga negara Indonesia termasuk jurnalis ikut ditahan dalam insiden tersebut.

Sembilan warga negara Indonesia yang ditahan militer Israel saat misi Global Sumud Flotilla 2.0 telah tiba di tanah air pada 24 Mei 2026. Menteri Luar Negeri Sugiono mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.

Dilaporkan oleh AI

Sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla telah dibebaskan oleh otoritas Israel. Mereka kini telah tiba di Istanbul, Turki, dalam kondisi sehat dan akan segera dipulangkan ke tanah air.

Kementerian Pertahanan mengonfirmasi kematian dua peserta program SPPI saat menjalani latihan dasar kemiliteran.

Dilaporkan oleh AI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Musyawarah Nasional HIPMI XVIII di Bandar Lampung pada 10 Juni 2026. Ia membahas dosa masa lalu pengusaha, pentingnya nasionalisme, serta penggunaan mobil Maung.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak