Lima eks anggota OPM ikrar setia ke NKRI di Puncak Jaya

Lima mantan anggota Organisasi Papua Merdeka dari Kodap XXVIII/Yambi-Mewoluk secara resmi menyatakan keluar dari organisasi dan kembali ke pangkuan NKRI di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana haru dan khidmat di Kabupaten Puncak Jaya. Kelima orang tersebut membacakan teks ikrar kesetiaan kepada NKRI, mencium bendera Merah Putih, dan menerima pelukan dari prajurit TNI.

Acara diselenggarakan oleh Satgas Yonif 613/Raja Alam di bawah pimpinan Danyonif Letkol Inf Alim Sa'adi, S.E. Keberhasilan ini didukung oleh operasi patroli dan pendekatan persuasif yang melibatkan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat.

Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S.sos., S.IP., M.M. turut menyaksikan prosesi. Ia menyatakan pemerintah daerah siap menjamin keberlangsungan hidup dan kesejahteraan mereka.

Letkol Inf Alim Sa'adi mengatakan pintu NKRI selalu terbuka untuk membangun Papua yang damai.

Artikel Terkait

President Prabowo Subianto pays tribute to three fallen Indonesian peacekeepers at Soekarno-Hatta Airport.
Gambar dihasilkan oleh AI

Prabowo condemns attack on Indonesian peacekeepers, pays tribute to slain TNI soldiers

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

President Prabowo Subianto condemned the attack that killed three TNI soldiers on a UNIFIL mission in Lebanon and paid respects to their remains upon arrival at Soekarno-Hatta Airport on April 4, 2026. The government demanded UN security guarantees amid ongoing concerns for troop safety.

Several political party cadres in Sarmi Regency, Papua, have joined the Indonesian Solidarity Party (PSI). PSI Papua chairman Joan Henri revealed this during a regional coordination meeting and leadership inauguration on May 6, 2026, in Jayapura.

Dilaporkan oleh AI

President Prabowo Subianto inaugurated the operationalization of 1,061 Red-White Village and Neighborhood Cooperatives in Nganjuk District, East Java, last Saturday. Minister of Home Affairs Muhammad Tito Karnavian accompanied the president at the event.

Three TNI soldiers accused of kidnapping and murdering bank branch head MIP apologized tearfully at the Military Court II-08 in Jakarta. They admitted being motivated by promises of Rp 200 million and economic factors. The hearing took place on Tuesday in Cakung, East Jakarta.

Dilaporkan oleh AI

Jakarta Governor Pramono Anung Wibowo stressed that national challenges have shifted from territorial issues to information sovereignty and digital transformation. He made the remarks during National Awakening Day commemorations at Jakarta City Hall.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak