Massa dari ormas Pemuda Pancasila menggeruduk kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus pada malam Selasa (14/4/2026). Aksi itu diduga terkait ilustrasi foto berbasis AI yang diunggah Tribun Jateng. PWI Kudus mengecam tindakan intimidasi terhadap jurnalis yang berada di sana.
Kantor PWI Kudus digeruduk massa Pemuda Pancasila (PP) sekitar pukul 22.00 WIB pada 14 April 2026. Saat itu, hanya jurnalis Tribun Jateng bernama Rifqi Ghozali yang berada sendirian di kantor.
Massa datang untuk meminta klarifikasi atas ilustrasi foto hasil kecerdasan buatan (AI) yang digunakan Tribun Jateng dalam berita dugaan pemerasan oknum ormas terhadap pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sunan Muria. PWI Kudus melaporkan bahwa massa melakukan intimidasi verbal, tindakan mengganggu, serta ancaman agar Rifqi Ghozali meminta maaf yang direkam video.
"Aksi penggerudukan oleh massa ormas Pemuda Pancasila ke Kantor PWI Kabupaten Kudus dan IJTI Muria Raya merupakan tindakan yang salah sasaran," ujar PWI Kudus dalam keterangannya pada 15 April 2026. Mereka menegaskan bahwa kesalahan ilustrasi foto adalah tanggung jawab Tribun Jateng, bukan organisasi profesi seperti PWI.
PWI Kudus menekankan bahwa klarifikasi pemberitaan harus melalui mekanisme Undang-Undang Pers, seperti hak jawab atau hak koreksi, bukan dengan pengerahan massa yang intimidatif.