Dua anggota Polri tewas dalam kecelakaan lalu lintas melibatkan truk dinas TNI di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada 25 Januari 2026. Anggota DPR Rajiv dari Fraksi NasDem mendesak penyelidikan menyeluruh untuk memastikan akuntabilitas dan keadilan. Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menyatakan korban mendapat penghargaan kenaikan pangkat dari Kapolri.
Insiden kecelakaan maut terjadi di Jalan Tugu 2, Kampung Cimeta, Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kecelakaan melibatkan truk dinas TNI dari Batalyon Arhanud 3 dengan nomor polisi 6719-III yang dikemudikan Muhamad Ritwan. Dua personel Polri, Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda M. Jerry Sonconery dari Polres Cimahi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, tewas saat sepeda motor mereka terhimpit antara dua truk TNI. Mereka sedang menuju lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika truk TNI di depan berhenti mendadak, sementara truk di belakang mengalami gangguan pengereman, sehingga menghimpit sepeda motor korban. Pernyataan Rudi disampaikan di Bandung pada 25 Januari 2026. Kedua korban dinyatakan gugur dalam tugas dan akan dimakamkan, satu pada malam hari dan satu lagi pada pagi hari berikutnya. Mereka juga memperoleh penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat dari Kapolri.
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv, yang mewakili daerah pemilihan Jawa Barat II, menyampaikan duka cita mendalam. "Saya turut berduka cita atas gugurnya dua personel Polri yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Rajiv pada 26 Januari 2026. Rajiv mendorong investigasi menyeluruh sesuai mekanisme hukum untuk memperoleh kejelasan peristiwa. "Setiap peristiwa yang menimbulkan korban jiwa tentu perlu ditangani secara cermat dan profesional, agar semua pihak mendapatkan kejelasan serta keadilan sesuai aturan yang berlaku," tambahnya.
Rajiv menekankan bahwa proses ini bertujuan memastikan akuntabilitas dan kepastian hukum, bukan menyudutkan pihak mana pun. Ia mengimbau semua pihak mempercayakan penanganan kepada aparat berwenang agar berjalan objektif dan transparan, dengan semangat kebersamaan antar aparat negara. Meski ada perbedaan tanggal insiden—sumber menyebut 24 atau 25 Januari—fakta utama konsisten pada keterlibatan TNI dan Polri dalam respons bencana.