Pemerintah berencana melakukan operasi modifikasi cuaca di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, untuk memudahkan pencarian korban yang masih hilang. Bencana yang terjadi pada 24 Januari 2026 menewaskan 10 orang dan menimbun 30 rumah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga untuk hunian sementara.
Bencana longsor melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.30 WIB. Longsor terjadi dua kali, dengan yang kedua paling parah, menimbun sekitar 30 rumah di Kampung Pasir Kuning RT 06 RW 11 dan Kampung Pasir Kuda RT 01 RW 10, di lereng Gunung Burangrang. Sebanyak 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak, dengan 10 orang meninggal dunia, 23 selamat, dan 82 lainnya masih hilang hingga Minggu, 25 Januari 2026.
Saksi mata Wawa (40), warga Kampung Pasir Kuda, menceritakan detik-detik longsor. "Longsornya terjadi dua kali. Yang paling besar itu di kejadian kedua, sekitar pukul 02.30 WIB," ujarnya. Ia mendengar gemuruh dan jeritan, serta kehilangan lebih dari 10 anggota keluarga. Lebih dari 100 orang mengungsi, dan sekitar 400 warga dievakuasi ke tempat aman seperti Kantor Desa Pasirlangu.
Pencarian korban sempat dihentikan karena kondisi medan rawan longsor susulan dan cuaca buruk, dijadwalkan dilanjutkan pukul 07.00 WIB pada 25 Januari. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan penanganan. "Arahan Pak Presiden jelas, penanganan pascabencana harus cepat, pencarian korban dipercepat," katanya di Posko Desa Pasirlangu.
Untuk memudahkan evakuasi, operasi modifikasi cuaca akan digelar berpusat di lokasi. "Modifikasi cuaca akan dilakukan agar cuacanya kondusif untuk dilakukan evakuasi," tambah Bima Arya. Gubernur Dedi Mulyadi berjanji Rp10 juta per kepala keluarga untuk kontrak hunian sementara selama dua bulan, guna mengurangi stres pengungsi. "Nanti sepuluh jutaan per kepala keluarga untuk ngontrak dulu," ujarnya.
Kebutuhan mendesak pengungsi meliputi pakaian bayi, popok, makanan, selimut, dan matras. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jawa Barat Bambang Imanudin memastikan logistik dipenuhi, termasuk bantuan provinsi. Kodam III/Siliwangi menelusuri rumor 23 anggota TNI hilang, tapi belum dikonfirmasi. Koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk memastikan tidak ada warga terabaikan.