Tim SAR evakuasi 2.895 warga terdampak banjir di Kalsel

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 2.895 warga dari Desa Pariangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, akibat banjir pada Sabtu, 27 Desember 2025. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, dan warga dipindahkan ke posko pengungsian di Alun-Alun Kota Kandangan. Operasi ini menghadapi tantangan arus air deras dan cuaca hujan ringan.

Banjarmasin - Sebanyak 2.895 warga di Desa Pariangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel), terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut sejak Jumat malam, 26 Desember 2025. Tim SAR gabungan segera bertindak dan berhasil mengevakuasi seluruh warga ke lokasi aman pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengonfirmasi bahwa evakuasi dilakukan tanpa korban jiwa. "Korban banjir dievakuasi menuju Posko Pengungsian di Alun-Alun Kota Kandangan, Kabupaten HSS. Berdasarkan data sementara yang dirilis oleh BPBD Kabupaten HSS, jumlah warga yang berhasil dievakuasi mencapai 2.895 jiwa, tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Meskipun menghadapi kendala seperti arus air yang deras dan cuaca berawan hingga hujan ringan, tim SAR tidak terhambat dalam upaya penyelamatan. Setelah evakuasi, personel tetap siaga di posko utama untuk memantau perkembangan situasi. Putu menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim SAR yang terlibat.

Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama," katanya.

Banjir ini disebabkan oleh curah hujan intensitas tinggi yang memengaruhi beberapa kabupaten di Kalsel, termasuk HSS. Operasi SAR menunjukkan koordinasi efektif antarlembaga untuk menangani bencana alam semacam ini.

Artikel Terkait

Dramatic photo illustration of Sumatra floods: submerged villages, landslides burying homes and roads, rescuers amid heavy rain and debris.
Gambar dihasilkan oleh AI

Bencana banjir sumatera tewaskan 914 orang dan hilangkan 389 jiwa

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban tewas akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat mencapai 914 orang, dengan 389 lainnya masih hilang. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemulihan listrik dan jalur darat untuk memastikan pasokan logistik dan BBM. Pemerintah juga menyegel empat subjek hukum diduga merusak hutan yang berkontribusi pada bencana.

Banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, telah memengaruhi 116.027 jiwa dan merendam 22.991 rumah, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Ribuan warga masih mengungsi sementara pemerintah menyiapkan hunian sementara dan tetap.

Dilaporkan oleh AI

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 telah menewaskan 753 orang dan memengaruhi 3,3 juta jiwa. Pemerintah mengerahkan bantuan logistik melalui udara dan laut, sementara organisasi seperti MER-C dan Waskita Karya turut membantu relawan dan paket sembako. Beberapa tokoh mendesak penetapan status bencana nasional untuk penanganan lebih efektif.

Bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada 24 Januari 2026, telah menewaskan 25 orang dengan 65 lainnya masih hilang. Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi meski terhambat hujan deras, sementara pakar ITB mengungkap penyebab kompleks melibatkan mudflow dari bendungan alam. Dua polisi juga tewas dalam kecelakaan saat bertugas di lokasi.

Dilaporkan oleh AI

Banjir hebat yang melanda Aceh sejak 26 November 2025 memutus akses ke wilayah terisolir, memaksa relawan menempuh perjalanan berbahaya dengan perahu kayu yang sering menabrak rintangan. Meski demikian, upaya penyaluran bantuan terus dilakukan, termasuk oleh TNI dan perusahaan seperti Pertamina, di tengah penurunan jumlah pengungsi di Sumatera.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan banjir merendam sembilan rukun tetangga dan satu ruas jalan di Jakarta Barat dan Utara pada Minggu pagi. Ketinggian air mencapai 10-20 sentimeter, menyebabkan 350 warga mengungsi. Penyebab utama adalah hujan deras dan luapan sungai.

Dilaporkan oleh AI

Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak malam Rabu, 28 Januari 2026, menyebabkan banjir di 18 rukun tetangga hingga Kamis pagi. Wilayah Jakarta Timur paling parah terdampak dengan ketinggian air hingga 150 cm, sementara warga memilih bertahan di lantai atas tanpa mengungsi. Layanan Transjakarta juga terganggu dengan 28 rute yang dialihkan atau dipendekkan.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak