Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan banjir merendam sembilan rukun tetangga dan satu ruas jalan di Jakarta Barat dan Utara pada Minggu pagi. Ketinggian air mencapai 10-20 sentimeter, menyebabkan 350 warga mengungsi. Penyebab utama adalah hujan deras dan luapan sungai.
Pada Minggu pagi, 1 Februari 2026, banjir kembali melanda Jakarta akibat hujan lebat dan luapan sungai. Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, ketinggian air di sembilan rukun tetangga (RT) dan satu ruas jalan mencapai 10-20 sentimeter.
Di Jakarta Barat, dua RT di Kelurahan Tegal Alur terendam air setinggi 20 cm karena luapan Kali Semongol. Sementara itu, tujuh RT di Jakarta Utara—enam di Kelurahan Marunda dan satu di Kelurahan Kapuk Muara—terdampak air setinggi 10 cm akibat curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke dan Kali Nagrak.
Ruas jalan yang banjir adalah Jalan Kamal Raya di Kelurahan Tegal Alur, dengan ketinggian 15 cm. Akibat banjir ini, 350 warga mengungsi ke tempat aman: 125 jiwa ke Masjid Nurul Jannah dan 225 jiwa ke SD Robiatul Adawiyah.
Yohan menyatakan, "Ketinggian air 10-20 sentimeter (cm)." Banjir ini melanjutkan pola kejadian sebelumnya, seperti yang dilaporkan pada Sabtu di mana 30 RT masih tergenang.