Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan bahwa banjir rob yang melanda Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu beberapa hari lalu disebabkan oleh fenomena supermoon. Pemprov DKI telah mengantisipasi kejadian ini sejak 15 hari sebelumnya dengan persiapan di berbagai titik rawan. Pramono menekankan bahwa banjir rob serupa masih akan terjadi di masa depan.
Fenomena supermoon atau purnama perige menjadi penyebab utama banjir rob yang terjadi di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu beberapa hari lalu. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan hal ini saat dijumpai di kawasan Jakarta Utara pada Senin (8/12/2025). "Kemarin memang rob yang terjadi karena bulan supermoon. Jadi, supermoon itu bulan penuh," ujarnya.
Pemprov DKI telah mempersiapkan antisipasi sejak 15 hari sebelumnya, termasuk di Muara Baru, Muara Angke, R.E. Martadinata, dan lokasi lainnya. Dalam 10 bulan kepemimpinannya, Pramono menjadikan penanganan banjir rob sebagai prioritas utama. Ia bersyukur atas kesiapan pompa air milik pemerintah daerah yang membantu mengatasi dampaknya.
Pramono mengingatkan masyarakat bahwa banjir rob masih berpotensi terjadi ke depan, sehingga Pemprov akan terus mengantisipasi di titik-titik kritis. Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pelindo, serta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI.
Selain itu, Pramono meninjau tanggul laut di Muara Baru, Penjaringan, yang sempat bocor dan menjadi viral. Ia berjanji segera menangani kebocoran tersebut untuk mencegah banjir rob mendatang. "Kami segera menangani, karena ini sekarang, rob-nya untuk bulan depan atau bulan-bulan ke depan pasti masih ada," katanya. Meski tanggung jawab utama ada di Pelindo, Pemprov DKI akan berkolaborasi.
Kepala Dinas SDA Ika Agustin Ningrum menyebut penguatan struktur tanggul NCICD fase A sedang dilakukan dengan grouting, shotcrete, penggalian 3 meter, dan pengecoran beton K500. Saat ini, pekerjaan mencakup 400 meter di hilir Nizam Zachman dan akan dilanjutkan hingga 1 kilometer, setelah penanganan darurat sesuai SOP.
Untuk proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), Pemprov telah menganggarkan kelanjutan pada 2026: Pluit 530 meter, Muara Angke 350 meter, dan Kali Lencong 750 meter. Pada 2025, pembangunan mencakup Ancol 1,2 kilometer, tanggul Muara Angke 1,1 kilometer, serta Bywalk Pluit 400 meter dari target 600 meter.