Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar perayaan Tahun Baru 2026 tanpa kembang api, fokus pada doa bersama dan penggalangan donasi Rp3,1 miliar untuk korban bencana di Sumatra. Acara di Bundaran HI, TMII, dan Ancol menarik ribuan warga meski hujan, dengan penampilan musik dan drone show bertema empati. Kota kembali bersih sebelum subuh berkat ribuan petugas kebersihan.
Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta mengusung tema 'Jakarta Global City: From Jakarta with Love', menekankan solidaritas terhadap korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Gubernur Pramono Anung menyatakan, acara kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, tanpa kembang api untuk menghormati korban bencana. "Ini mencerminkan empati dan kedewasaan masyarakat Jakarta yang plural," ujarnya saat menghadiri acara di Bundaran HI pada Rabu malam.
Di Bundaran HI, penyanyi Marion Jola menghibur ribuan warga dengan lagu-lagu seperti 'Aduh', 'Rayu', dan 'Jangan' meski rintik hujan. Ia mengajak doa untuk korban: "Mari kita doakan untuk saudara kita di Sumatra sana semoga cepat pulih." Sementara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), doa lintas iman dipimpin pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, diikuti penampilan Slank sekitar pukul 23.00 WIB. Pengelola TMII menggalang donasi via QRIS.
Kawasan Ancol menarik 55.900 pengunjung hingga pukul 22.00 WIB, termasuk ribuan di Pantai Karnaval untuk konser Dewa 19. Meski hujan, pengunjung bertahan menyaksikan drone show 1.000 drone di Pantai Lagoon pukul 23.50 WIB, membentuk tulisan 'Pray For Sumatera' dan pertunjukan laser. PT Pembangunan Jaya Ancol menyumbang 10 persen pendapatan tiket untuk bantuan kemanusiaan.
Total donasi mencapai Rp3,1 miliar, dikelola bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pramono berharap doa dan bantuan meringankan beban korban. Layanan transportasi diperpanjang hingga pukul 02.00 WIB, dengan TransJakarta beroperasi 24 jam.
Pasca-perayaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 3.395 petugas dan ratusan personel Pasukan Orange. Kepala DLH Asep Kuswanto menyebut tantangan dari hujan dan keramaian di Sudirman-Thamrin, tapi kawasan utama bersih sebelum pukul 05.00 WIB. "Dengan kerja sama pemerintah dan warga, Jakarta tetap terjaga sebagai kota bersih," katanya. Sebanyak 2.191 personel Dinas Perhubungan dan 1.692 Satpol PP menjaga kelancaran dan keamanan.