Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan banjir masih menggenangi 90 rukun tetangga dan 9 ruas jalan pada Sabtu pagi, 24 Januari 2026. Ketinggian air tertinggi mencapai 2,5 meter di Kelurahan Cawang akibat meluapnya Sungai Ciliwung. Sebanyak 1.349 warga telah mengungsi ke lokasi aman.
Banjir di Jakarta yang dimulai sejak Kamis, 22 Januari 2026, mencapai puncaknya pada Jumat malam dengan 143 RT terendam. Pada Sabtu pagi, jumlahnya menurun menjadi 90 RT dan 9 ruas jalan, menurut data BPBD DKI Jakarta.
"Sabtu pagi masih ada 90 RT yang masih terendam banjir," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.
Ketinggian air tertinggi adalah 2,5 meter di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, disebabkan luapan Sungai Ciliwung. Sebaran banjir meliputi Jakarta Barat dengan 51 RT, Jakarta Timur 25 RT, Jakarta Selatan 7 RT, dan Jakarta Utara 7 RT. Contohnya, di Kelurahan Cawang air mencapai 80-250 cm, sementara di Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat, 50-120 cm.
Ruas jalan yang tergenang termasuk Jl. Daan Mogot KM 13 (20 cm) dan Jl. Prepedan Raya (15 cm), semuanya di Jakarta Barat dengan ketinggian 10-30 cm.
Sebanyak 1.349 warga mengungsi ke 23 lokasi di 12 kelurahan, terutama di Jakarta Barat seperti Masjid Jami Al Khaeer (28 jiwa) dan Masjid Baitul Rahman (177 jiwa). Data ini berdasarkan catatan Jumat malam ketika 114 RT dan 15 ruas jalan terendam.
BPBD mengerahkan personel untuk memantau, menyedot air, dan memastikan saluran air berfungsi, bekerja sama dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Gulkarmat. Penurunan genangan menunjukkan upaya penanganan mulai membuahkan hasil, meski banjir masih mengganggu wilayah luas.