Hujan deras sejak Sabtu malam, 17 Januari 2026, menyebabkan banjir di berbagai wilayah Jakarta. Pada pukul 06.00 WIB Minggu pagi, lima RT dan tiga ruas jalan terendam, yang kemudian meningkat menjadi 16 RT dan 10 ruas jalan dengan ketinggian air 10-70 cm. Selain permukiman, Tempat Pemakaman Umum Pondok Kelapa juga terdampak genangan air.
Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam, 17 Januari 2026, memicu banjir di sejumlah wilayah. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, pada pukul 06.00 WIB Minggu, 18 Januari, banjir merendam lima rukun tetangga (RT) dan tiga ruas jalan. Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Ancol terendam air setinggi 25 cm. Jakarta Barat mencatat tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian hingga 60 cm, sementara Jakarta Timur satu RT di Kelurahan Rawa Terate sekitar 40 cm. Tiga ruas jalan di Jakarta Barat, yaitu Jalan Perumahan Green Garden di Kedoya Utara, Jalan Pangeran Tubagus Angke di Wijaya Kusuma, dan Jalan Pangeran Tubagus Angke Raya di Jelambar Baru, tergenang 20 cm.
Pembaruan pada pukul 09.52 WIB menunjukkan peningkatan signifikan: 16 RT terendam, dengan 13 RT di Jakarta Barat (delapan di Kedaung Kali Angke, empat di Tegal Alur, satu di Jelambar), dua RT di Jakarta Utara (satu di Ancol, dua di Pademangan Barat? sumber menyebut total dua RT), dan satu RT di Rawa Ternate, Jakarta Timur. Sepuluh ruas jalan tergenang, termasuk Jalan Perumahan Green Garden (15 cm), Jalan Pangeran Tubagus Angke (20 cm), Jalan Pangeran Tubagus Angke Raya (20 cm), Jalan Lingkar Luar Barat (20 cm), Jalan Karang Bolong Raya (70 cm), Jalan Kampung Sepatan (30 cm), Jalan Cakung Cilincing Raya (20 cm), Jalan Daan Mogot KM 13 (15 cm), Jalan Boulevard Barat (15 cm), dan Jalan Industri VI (10 cm).
Selain itu, banjir merendam makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, dengan ketinggian 30 cm di area rendah sejak pagi. "Akibat curah hujan terlalu tinggi dari kemarin sore. Jadi, ada beberapa makam yang tergenang air, sisa bagian atasnya (batu nisan) aja," kata petugas keamanan TPU, Muhadi. Genangan surut setelah petugas membersihkan saluran air, dan kondisi kembali normal di area tinggi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengimbau masyarakat waspada. "Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," ujarnya. BPBD juga melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi risiko banjir lanjutan.