Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca berupa hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang di berbagai kota besar Indonesia pada Rabu (7/1/2026). Kondisi ini dipicu oleh daerah konvergensi yang memanjang dari Nusa Tenggara Timur hingga Australia bagian utara. Selain itu, nelayan di Sumatera Utara diminta waspada terhadap gelombang tinggi hingga 2,5 meter pada 7-8 Januari 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Rabu (7/1/2026) terkait potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia. Prakirawan BMKG Miftah Ali menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh daerah konvergensi yang memanjang di wilayah Nusa Tenggara Timur, Laut Banda, Laut Arafuru, Papua Selatan, hingga Australia bagian utara. "Oleh karena itu, beberapa kota besar diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang," ujar Miftah Ali.
Kota-kota yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat mencakup Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkalpinang, Tanjung Selor, Palangka Raya, Kupang, Mamuju, Makassar, dan Nabire. Sementara hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Bandar Lampung, Jambi, Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Gorontalo, Manado, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Beberapa wilayah seperti Bengkulu, Denpasar, Mataram, Palu, dan Manokwari hanya akan berawan.
Selain peringatan hujan, BMKG juga mengimbau nelayan di Sumatera Utara untuk mewaspadai gelombang tinggi pada 7-8 Januari 2026. Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Christen Marpaung, menyebutkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat dan timur Kepulauan Nias, serta perairan Kepulauan Batu. "Perahu nelayan harus waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter dan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," katanya.
Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.