Hujan deras mengguyur daerah istimewa yogyakarta selama sehari semalam sejak jumat hingga sabtu, dipicu oleh siklon tropis grant, siklon 96s, dan gelombang rossby. Fenomena ini memicu berbagai dampak seperti banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur di beberapa kabupaten. Bmkg memperingatkan potensi hujan serupa dalam beberapa hari mendatang.
Badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (bmkg) yogyakarta menjelaskan bahwa hujan ekstrem yang terjadi di daerah istimewa yogyakarta (diy) sejak siang jumat (26/12/2025) hingga pagi sabtu (27/12/2025) disebabkan oleh beberapa gangguan atmosfer. Kepala stasiun meteorologi bmkg yogyakarta, warjono, menyebut siklon tropis grant di barat daya sumatra, bibit siklon 96s di selatan nusa tenggara barat, serta gelombang rossby di sekitar jawa sebagai pemicu utama.
"Keadaan ini menyebabkan terbentuknya belokan arus angin (shearline) dan konvergensi, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah diy," ujar warjono pada ahad (28/12/2025). Kondisi lembap udara yang tinggi memperkuat pembentukan awan konvektif masif, menghasilkan hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Dampaknya terasa di kabupaten bantul, gunungkidul, dan kulon progo. Di bantul, 104 titik kerusakan tercatat di 10 kapanewon, termasuk 87 pohon tumbang, 30 rumah rusak, dan 12 longsor, dengan kerugian rp 2,7 juta. Evakuasi warga dilakukan di kapanewon sanden akibat banjir. Gunungkidul melaporkan 16 titik dampak di tujuh kapanewon, kerugian rp 8,9 juta, sementara kulon progo 10 titik dengan kerugian rp 40 juta. Kabupaten sleman dan kota yogyakarta tidak terdampak.
Kepala pelaksana bpbd diy, agustinus ruruh haryata, menyatakan penanganan dan asesmen masih berlangsung. Bmkg memprediksi hujan sedang hingga lebat dengan kilat dan angin kencang potensial terjadi di seluruh diy pada sore hingga malam hari selama 2-3 hari ke depan.