Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa banjir masih menggenangi 30 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur, Utara, dan Selatan dengan ketinggian air maksimal 50 sentimeter. Genangan air mulai surut setelah mencapai 3,5 meter pada Jumat kemarin, akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan bahwa pada Sabtu pagi (31/1/2026), banjir masih menggenangi 30 RT di Jakarta, dengan ketinggian air rata-rata maksimal 50 cm. Wilayah terdampak terbanyak adalah Jakarta Timur dengan 22 RT, diikuti Jakarta Utara (7 RT) dan Jakarta Selatan (1 RT).
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa banjir mulai surut setelah pada Jumat (30/1/2026) mencapai 3,5 meter di beberapa wilayah. "Kami bersama instansi terkait melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," kata Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta.
Penyebab banjir di Jakarta Timur dan Selatan adalah curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Ciliwung. Sementara di Jakarta Utara, luapan Kali Angke dan Kali Nagrak menjadi faktor utama. Sebuah laporan terkait menyebutkan banjir setinggi 2 meter merendam pemukiman di Kebon Pala, Jakarta Timur, pada Jumat pagi (30/1/2026).
Upaya penanganan terus dilakukan, termasuk penyedotan air untuk mempercepat pengeringan. Kondisi ini terkait musim hujan yang juga menyebabkan kerusakan infrastruktur lain, meskipun fokus utama adalah mitigasi banjir.