Tni angkatan udara mengerahkan drone avia hybrid untuk memantau wilayah longsor di cisarua, bandung barat, guna mendukung operasi sar. Basarnas menyerahkan 53 kantong body part korban ke tim dvi, sementara tni al menjanjikan beasiswa dan santunan bagi keluarga prajurit yang gugur. Pencarian korban terus berlangsung meski terkendala cuaca buruk.
Bencana tanah longsor melanda desa pasirlangu, kecamatan cisarua, kabupaten bandung barat, pada selasa (27/1/2026), menewaskan sejumlah prajurit tni marinir dan warga setempat. Tni angkatan udara (tni au) mengerahkan drone avia hybrid dari pusat geospasial tni au (pusgeosau) untuk memantau wilayah terdampak. Kepala pusgeosau, marsekal muda tni ferdinand roring, menyatakan bahwa hasil pemantauan udara ini mendukung pemerintah daerah dan instansi terkait dalam pencarian korban hilang serta operasi sar. "Penggunaan drone avia hybrid memungkinkan pemantauan dilakukan secara cepat, akurat, dan aman, terutama di lokasi yang berisiko tinggi bagi personel di lapangan," ujar ferdinand. Citra dari drone juga membantu mengidentifikasi jalur evakuasi, kondisi permukiman, dan infrastruktur rusak. Hingga kamis (29/1/2026), drone masih dikerahkan untuk keperluan sar.
Badan sar nasional (basarnas) melaporkan penyerahan 53 kantong body part korban longsor di kampung pasir kuning, desa pasir, kecamatan cisarua, ke tim disaster victim identification (dvi). Kepala basarnas, mohammad syafii, mengatakan data tersebut hingga rabu (28/1/2026) pukul 16.00 wib. Operasi pencarian sempat terhambat cuaca buruk dengan jarak pandang hanya 100 meter. Syafii menjelaskan bahwa pencarian dilanjutkan dengan pengerahan k-9 terlebih dahulu, diikuti personel dan alat berat, serta dukungan udara jika cuaca memungkinkan.
Sementara itu, kepala staf tni angkatan laut (ksal) laksamana tni muhammad ali menjamin anak-anak prajurit marinir yang gugur mendapat beasiswa hingga sarjana, kesempatan masuk tni, dan pendampingan psikologis. Tni al juga memberikan santunan kepada keluarga. Hingga rabu, lima jenazah prajurit dievakuasi: serda marinir sidiq hariyanto, praka marinir muhammad koriq, praka marinir andre nicky olga suwita, praka marinir ari kurniawan, dan pratu marinir febry bramantio. Jenazah tersebut sudah dikirim ke daerah asal untuk pemakaman militer. Sebanyak 18 prajurit lain masih hilang dari total 23 korban marinir. Tni al mengerahkan 200 personel, didukung drone, sensor thermal, anjing pelacak, dan alat berat. Ali berharap 18 personel tersebut segera ditemukan.