Kebakaran hebat melanda gedung Terra Drone di Jakarta Pusat pada 9 Desember 2025, menewaskan 22 orang dari 76 yang berada di dalamnya. Polisi telah memeriksa delapan saksi termasuk manajemen dan HRD, sementara Gubernur Pramono Anung menyoroti minimnya jalur evakuasi di gedung enam lantai tersebut. Pemerintah DKI akan menanggung biaya pemakaman dan perawatan korban.
Kebakaran hebat terjadi di gedung Terra Drone, ruko enam lantai di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025, siang hari. Api dengan cepat melanda lantai dasar, memaksa 76 karyawan mencari jalan keluar. Dari jumlah itu, 54 orang selamat, sementara 22 lainnya meninggal dunia, dengan rincian 15 perempuan dan 7 laki-laki. Jenazah korban dalam kondisi utuh tanpa luka bakar serius, dan dugaan penyebab kematian adalah menghirup gas karbondioksida (CO2), berdasarkan pemeriksaan luar tanpa autopsi.
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menyelamatkan 19 orang yang mencapai lantai atas, meski sebagian besar korban ditemukan di lantai 3 dan 5 karena kelelahan menuju pintu darurat di lantai atas. Tim Puslabfor Bareskrim Polri menemukan gedung hanya memiliki satu pintu akses utama, yang memperburuk evakuasi. "Jika teman-teman melihat memang tadi sejak siang atau sore hari untuk akses hanya satu ya," kata Komisaris Besar Polisi Romylus Tamtelahitu.
Polisi terus menyelidiki kemungkinan kelalaian atau unsur pidana. Hingga Rabu, 10 Desember 2025, delapan saksi telah diperiksa, termasuk karyawan, manajemen, HRD, dan warga sekitar. Pemilik gedung dan perusahaan dijadwalkan segera diperiksa. "Jumlah saksi delapan yang sudah diperiksa," ujar Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Heri Saputra. Tiga korban telah teridentifikasi: Rufaidha Lathiifunnisa (22 tahun), Novia Nurwana (28 tahun), dan Yoga Valdier Yaseer (28 tahun).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecam minimnya persiapan evakuasi di gedung dengan aktivitas padat seperti Terra Drone, perusahaan penyedia jasa drone untuk industri. "Hal yang berkaitan dengan keselamatan menjadi hal yang penting," katanya saat meninjau lokasi. Pemprov DKI berkomitmen menanggung semua biaya pemakaman dan perawatan medis korban, termasuk tiga orang luka, salah satunya Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiyansyah yang mengalami luka berat di tangan. Satu saksi kunci masih trauma dan belum memberikan keterangan lengkap.