Majelis Rakyat Papua (MRP) mengecam keras penembakan pilot dan kopilot Smart Air oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Boven Digoel, Papua Selatan, pada 11 Februari 2026. Serangan yang dilakukan oleh 20 anggota KKB ini juga dikecam karena melanggar hak asasi manusia. MRP juga menyoroti serangan terkait di wilayah lain pada hari yang sama.
Majelis Rakyat Papua (MRP) mengecam aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot maskapai Smart Air di Boven Digoel, Papua Selatan, yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Rabu, 11 Februari 2026. Penyerangan terjadi di Lapangan Terbang Karowai saat pesawat dengan nomor penerbangan PK-SNR hendak melanjutkan perjalanan ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, sekitar pukul 10.30 WIT.
Wakil Ketua II MRP, Max Ohee, menyatakan, "Dari sudut pandang hak asasi manusia, itu merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan kami mengecam keras aksi dari KKB yang menembak pilot dan kopilot Smart Air." Ohee menambahkan bahwa serangan ini melanggar nilai-nilai kemanusiaan. "Ini merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Kami mengencangkan tindakan ini," ujarnya.
Menurut Brigjen Pol Faizal Rahmadani, Komandan Operasi Satgas Damai Cartenz, penyerangan dilakukan oleh 20 anggota KKB dari kelompok Kanibal dan Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak asal Yahukimo. Mereka keluar dari penginapan di pinggir lapangan terbang dan menembaki pesawat, menyebabkan penumpang serta kru melarikan diri. Olah tempat kejadian perkara menemukan 13 titik tembakan di badan pesawat dan 23 penomoran lainnya. KKB kemudian mengejar dan menembak kedua kru hingga tewas, dengan jenazah dimakamkan di kota asal masing-masing.
MRP juga mengecam penembakan terhadap sopir tangki air sipil di Kabupaten Yahukimo pada hari yang sama, serta penembakan anggota TNI di Kabupaten Mimika pada Kamis, 12 Februari 2026, yang mengakibatkan satu anggota TNI meninggal dunia. Ohee menjelaskan bahwa aparat keamanan dan maskapai penerbangan hadir untuk melayani masyarakat di daerah terpencil. "Jadi sebenarnya mereka bukan musuh. Sehingga aksi penembakan KKB terhadap masyarakat sipil dan juga aparat keamanan tidak manusiawi," katanya. MRP mendukung upaya aparat keamanan untuk melindungi masyarakat dan menghimbau warga menjaga keamanan. Satgas Damai Cartenz sedang mengejar pelaku untuk penegakan hukum. Saksi menyatakan pelaku bukan penduduk setempat Korowai.