Illustration depicting parliament urging police investigation into fatal assault of Maluku madrasah student by Brimob officer.
Illustration depicting parliament urging police investigation into fatal assault of Maluku madrasah student by Brimob officer.
Gambar dihasilkan oleh AI

DPR desak Polri usut tuntas kasus penganiayaan Bripda MS secara transparan

Gambar dihasilkan oleh AI

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rano Alfath, mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan oleh anggota Brimob Bripda MS terhadap siswa madrasah Arianto Tawakal (14) di Tual, Maluku, yang berujung kematian. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan kemarahannya atas insiden tersebut dan menjanjikan proses hukum tanpa kompromi. Polda Maluku memastikan sidang etik dan penyidikan pidana berjalan cepat serta transparan.

Kasus penganiayaan yang melibatkan oknum anggota Brimob, Bripda Masias Siahaya (Bripda MS) dari Kompi 1 Batalyon C Pelopor, terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026, di sekitar Kampus Uningrat, Kota Tual, Maluku. Korban, siswa Madrasah Tsanawiyah Arianto Tawakal (14), sedang mengendarai sepeda motor bersama kakaknya, Nasri Karim, ketika Bripda MS memukul kepala korban menggunakan helm. Akibatnya, Arianto jatuh dan mengalami benturan keras di kepala, menyebabkan pendarahan dari hidung dan mulut. Ia dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun namun dinyatakan meninggal pada Jumat, 20 Februari 2026. Kakak korban mengalami patah tulang tangan kanan dan masih dirawat.

Nasri Karim membantah kabar bahwa mereka terlibat balapan liar, menyatakan kejadian terjadi tiba-tiba tanpa peringatan. Bripda MS telah diamankan dan ditahan di Rumah Tahanan Polres Tual sejak 20 Februari 2026. Polda Maluku, melalui Kapolda Irjen Pol Dadang Hartanto, menyatakan prihatin dan berduka cita kepada keluarga korban. Sidang etik dijadwalkan pada Senin, 23 Februari 2026, pukul 14.00 WIT, dengan target sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), diproses secara cepat dan transparan. Proses pidana ditangani Polres Tual, dengan target pemberkasan ke kejaksaan pada Selasa atau Rabu berikutnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan kemarahannya: “Sama seperti apa yang dirasakan keluarga korban dan masyarakat, saya marah mendengar peristiwa ini terjadi. Ini jelas-jelas menodai marwah institusi Brimob yang harusnya melindungi masyarakat.” Ia memerintahkan pengusutan tuntas dan hukuman setimpal. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rano Alfath, mendesak transparansi penuh: “Kami meminta agar kasus ini diusut tuntas secara transparan dan profesional. Jangan sampai ada pihak yang mencoba menutup-nutupi fakta.” Ia juga menuntut perlindungan bagi keluarga korban dari intimidasi. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengecam tindakan tersebut sebagai tragedi kemanusiaan dan meminta hukuman tegas tanpa impunitas, serta evaluasi pembinaan aparat.

Komisi III DPR RI akan mengawal perkembangan kasus untuk memastikan profesionalisme Polri. Polda Maluku menegaskan komitmen penanganan profesional, transparan, dan berkeadilan, dengan proses etik dan pidana berjalan terpisah.

Artikel Terkait

News illustration of detained Brimob officer outside Maluku madrasah after fatal assault on student, with grieving family demanding justice.
Gambar dihasilkan oleh AI

Anggota brimob diduga aniaya siswa madrasah di maluku hingga tewas

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Seorang anggota Brimob berinisial Bripda MS diduga melakukan penganiayaan terhadap dua siswa madrasah di Kota Tual, Maluku, yang menyebabkan satu di antaranya tewas. Korban berinisial Arianto Tawakal (14) meninggal dunia akibat luka kepala berat, sementara kakaknya mengalami patah tulang. Polda Maluku telah menahan pelaku dan memulai proses hukum pidana serta etik.

Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta, menyebut kematian pelajar inisial AT akibat penganiayaan oknum Brimob di Tual, Maluku, sebagai noda bagi institusi Polri. Ia mendesak evaluasi menyeluruh terhadap fungsi penanganan Polri untuk mencegah kasus serupa. Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan penyelidikan tegas.

Dilaporkan oleh AI

Proses hukum terhadap Bripda Mesias Siahaya, anggota Brimob yang menganiaya pelajar Arianto Tawakal hingga tewas di Kota Tual, Maluku, terus berlanjut. Berkas perkara telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tual pada 24 Februari 2026, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Selain itu, ia telah diberhentikan tidak dengan hormat dari Polri melalui sidang etik.

Polda Jawa Barat sedang menyelidiki kasus ujaran kebencian oleh streamer YouTube Resbob atau Adimas Firdaus yang menghina suku Sunda dan suporter Viking Persib Bandung. Video viral tersebut memicu kemarahan publik, dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat mendesak penegakan hukum. Pelaku telah meminta maaf dan mengaku dipengaruhi minuman keras.

Dilaporkan oleh AI

Bripda Muhammad Rio, eks personel Brimobda Polda Aceh, telah bergabung dengan pasukan Rusia untuk berperang melawan Ukraina di kawasan Donbass. Ia meninggalkan tugas tanpa izin pada awal 2026 setelah sebelumnya melanggar etika polisi. Video viral menunjukkan Rio mengenakan seragam Rusia bersama rekan dari berbagai negara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membantah rumor bahwa banyak siswa SMAN 72 Jakarta ingin pindah sekolah setelah ledakan pada 7 November 2025. Ia menyatakan sebagian besar siswa tetap ingin belajar di sana meski mendapat pendampingan psikologis. Sementara itu, pemerintah daerah meminta penyelidikan tuntas akar masalah bullying dan menyediakan rehabilitasi bagi pelaku.

Dilaporkan oleh AI

Polda Metro Jaya melibatkan ahli untuk menyelidiki laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand-up comedy Mens Rea. Penyelidikan dilakukan hati-hati guna menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan kebebasan berekspresi. Pandji mengungkap dugaan kehadiran intel selama pertunjukan tersebut pada 2025.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak