Dramatic nighttime arrest of Rejang Lebong regent and deputy regent by KPK in corruption sting.
Dramatic nighttime arrest of Rejang Lebong regent and deputy regent by KPK in corruption sting.
Gambar dihasilkan oleh AI

KPK tangkap wakil bupati Rejang Lebong dalam OTT

Gambar dihasilkan oleh AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri, bersama Bupati Muhammad Fikri Thobari dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin malam, 9 Maret 2026. Total 13 orang diamankan terkait dugaan korupsi proyek di Pemkab Rejang Lebong. Sembilan di antaranya, termasuk kedua pejabat tersebut, dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, berlangsung pada Senin malam, 9 Maret 2026, menargetkan dugaan korupsi terkait proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong. Awalnya, hanya Bupati Muhammad Fikri Thobari yang dilaporkan ditangkap, tetapi kemudian terungkap bahwa Wakil Bupati Hendri juga ikut diamankan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penangkapan tersebut pada Selasa, 10 Maret 2026. "Ya, salah satu juga diamankan," katanya kepada wartawan. Total ada 13 orang yang ditangkap, yang sempat menjalani pemeriksaan awal di Polres Kepahiang dan Polresta Bengkulu. Dari jumlah itu, sembilan orang diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, termasuk Bupati, Wakil Bupati, tiga aparatur sipil negara (ASN), dan empat pihak swasta.

"Satu bupati, kemudian wakil bupati. Dan juga, tiga orang lainnya dari ASN di wilayah Pemkab Rejang Lebong. Kemudian, empat orang lainnya adalah pihak swasta," ujar Budi. Tim KPK juga menyita barang bukti berupa dokumen, perangkat elektronik, dan uang tunai. Wakil Ketua KPK Fitroh Nurcahyanto membenarkan penangkapan Bupati dengan mengatakan, "Benar, Bupati Rejang Lebong."

Pemeriksaan intensif masih berlangsung, dan KPK memiliki waktu 1x24 jam sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) untuk menentukan status hukum para tersangka. Budi menambahkan bahwa detail kronologi, konstruksi kasus, dan nilai proyek akan diumumkan kemudian.

Menanggapi maraknya OTT terhadap bupati, Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak evaluasi antara DPR dan pemerintah. "Kita harus sama-sama evaluasi... Apakah kemudian mungkin biaya politik terlalu mahal atau kemudian bagaimana memberikan pendidikan akuntabilitas," katanya. Ia menekankan pentingnya kesadaran akuntabilitas untuk mencegah korupsi di daerah.

Artikel Terkait

KPK officers escort 13 suspects, including Cilacap Regent, to Jakarta headquarters after bribery raid.
Gambar dihasilkan oleh AI

KPK bawa 13 orang terkait OTT Bupati Cilacap ke Jakarta

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa 13 dari 27 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka tiba di Gedung KPK pada Sabtu dini hari setelah berangkat dari Cilacap pada Jumat malam. Kasus ini terkait dugaan penerimaan suap dari proyek-proyek di Kabupaten Cilacap.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) ke-10 tahun 2025 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Operasi ini dilakukan pada Kamis, 18 Desember 2025 malam, termasuk penggeledahan ruang kerja Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan proses masih berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.

Dilaporkan oleh AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan dua operasi tangkap tangan (OTT) pada 19 Januari 2026, menangkap Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo terkait dugaan korupsi proyek dan dana CSR. Kedua penangkapan ini mengejutkan publik dan memicu peringatan dari Kementerian Dalam Negeri. Pemeriksaan terhadap tersangka masih berlangsung di Jakarta dan Kudus.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, termasuk penukaran miliaran rupiah ke mata uang asing, terkait dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB. Penyelidikan mencakup kegiatan di dalam dan luar negeri, komunikasi dengan pihak bank, serta sumber pembiayaan. Kasus ini telah menjerat lima tersangka dengan kerugian negara mencapai Rp222 miliar.

Dilaporkan oleh AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan pada 5 Februari 2026 terhadap pejabat Pengadilan Negeri Depok terkait dugaan suap percepatan eksekusi sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi di Kecamatan Tapos. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk ketua dan wakil ketua pengadilan. Transaksi suap senilai Rp850 juta terjadi di Emeralda Golf Tapos.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau tahun anggaran 2025. Penetapan ini menyusul operasi tangkap tangan pada 3 November 2025 yang menjerat Wahid dan sembilan orang lainnya. Uang hasil pemerasan diduga digunakan untuk perjalanan luar negeri.

Dilaporkan oleh AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi kasus dugaan korupsi yang melibatkan oknum hakim Pengadilan Negeri Depok dan pegawai PT Karabha Digdaya sebagai fenomena negara menyuap negara. Operasi tangkap tangan dilakukan pada 5 Februari 2026 di Depok, Jawa Barat, terkait pengurusan sengketa lahan. KPK menekankan fokus pada niat jahat dan kesepakatan para pelaku.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak