Indonesian clerics and politicians at a Jakarta press conference condemning US-Israel attack on Iran, with flags, banners, and dramatic imagery.
Indonesian clerics and politicians at a Jakarta press conference condemning US-Israel attack on Iran, with flags, banners, and dramatic imagery.
Gambar dihasilkan oleh AI

MUI dan tokoh Indonesia kecam serangan AS-Israel ke Iran

Gambar dihasilkan oleh AI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sembilan sikap terkait serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran, termasuk kecaman dan seruan perdamaian selama bulan Ramadhan. Kedutaan Besar Iran di Jakarta mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran Piagam PBB, sementara Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menyebutnya ancaman bagi perdamaian dunia yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah memicu kecaman dari berbagai pihak di Indonesia. Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan besar-besaran dan berkelanjutan untuk menghancurkan rudal dan angkatan laut Iran, menurut pernyataan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar pada 1 Maret 2026. Serangan ini menargetkan lokasi sipil dan infrastruktur vital di Teheran serta kota-kota lain, yang dilaporkan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

MUI menyampaikan duka cita, kecaman, dan seruan untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan sebagai bulan rahmat. Mereka mengutip Surat Ali Imran Ayat 103 untuk menekankan persatuan umat Islam demi perdamaian. Di antara sembilan sikap MUI, termasuk desakan agar Indonesia cabut dari BoP dan pelaksanaan qunut nazilah.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyatakan serangan tersebut melanggar Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB sebagai tindakan agresi terhadap kedaulatan nasional Iran. Mereka menegaskan hak sah untuk merespons berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB dan meminta Dewan Keamanan PBB bertindak segera. Kedubes juga mengecam pelanggaran hak asasi manusia oleh AS dan Israel selama dekade terakhir, serta meminta dukungan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk mengecam agresi ini.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengecam serangan sebagai preseden buruk yang mencederai kemanusiaan, terutama karena terjadi di bulan Ramadhan. "Serangan ini bukan sekadar operasi militer. Ini adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia," katanya pada 2 Maret 2026. Ia menyebut korban sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, serta kerusakan luas di Teheran yang memaksa ribuan warga mengungsi. Idrus merujuk pandangan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia tentang penghormatan kedaulatan, dan mendesak pemerintah Indonesia mendorong gencatan senjata di forum internasional.

Serangan ini berpotensi memicu eskalasi konflik di Timur Tengah, menurut Idrus, dengan dampak kemanusiaan yang parah.

Artikel Terkait

Indonesian leaders Yahya Cholil Staquf, Sugiono, Listyo Sigit Prabowo, and Pramono Anung at press conference condemning US-Israel attacks on Iran and preparing for impacts.
Gambar dihasilkan oleh AI

Indonesian Leaders Respond to US-Israel Attacks on Iran

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

PBNU Chairman Yahya Cholil Staquf condemned the US and Israel attacks on Iran that killed Supreme Leader Ali Khamenei, while urging Iran to stop revenge actions. Foreign Minister Sugiono offered Indonesia's mediation for de-escalation. Police Chief Listyo Sigit Prabowo and Jakarta Governor Pramono Anung prepared for domestic security and economic impacts.

In ongoing response to the US-Israel attack on Iran, Majelis Ulama Indonesia (MUI) and Islamic organizations renewed condemnations of military aggression and called for UN reforms during a national gathering in Jakarta on April 15, 2026. The statement, read by MUI Secretary General Amirsyah Tambunan, emphasized halting war and promoting global peace.

Dilaporkan oleh AI

US and Israeli airstrikes on Iran in late February 2026, killing Ayatollah Ali Khamenei, have sparked reactions in Indonesia. Analysts see this as a test for the government's firm stance in representing the Global South. Various parties urge evaluation of Indonesia's membership in the Board of Peace (BoP).

The United States and Israel launched a joint attack on Iran on February 28, 2026, confirming the death of Supreme Leader Ali Khamenei. The operation, dubbed 'Epic Fury,' aimed to degrade Iran's nuclear and military capabilities, prompting retaliatory missile strikes on Israel and US bases in the region. The conflict has led to airspace closures and fears of escalation in the Middle East.

Dilaporkan oleh AI

The Iranian Embassy in Seoul's Yongsan district has displayed a large banner on its exterior wall condemning recent US-Israel airstrikes. The banner features a portrait of former Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, killed in the strikes, along with messages questioning accountability for war crimes. South Korea's Ministry of Foreign Affairs stated it was difficult to confirm details.

On February 28, 2026, the United States and Israel conducted coordinated military strikes against Iran, targeting nuclear sites, ballistic missiles, and regime leadership in an operation dubbed Operation Epic Fury. President Donald Trump announced the action in an eight-minute video, urging Iranians to overthrow their government after the strikes conclude. Iranian officials have retaliated with missile launches at Israel and a US base in Bahrain, though no casualties were reported.

Dilaporkan oleh AI

Iran's supreme leader Ayatollah Ali Khamenei has warned that any US military strike would ignite a regional war in the Middle East. The statement comes amid heightened tensions following President Donald Trump's threats against Iran over its crackdown on protests. Khamenei also labeled the demonstrations a coup, as Iran prepares military drills in the Strait of Hormuz.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak