Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, sambil meminta Iran menghentikan balas dendam. Menteri Luar Negeri Sugiono menawarkan mediasi Indonesia untuk de-eskalasi konflik. Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Jakarta Pramono Anung bersiap menghadapi dampak keamanan dan ekonomi di dalam negeri.
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada Sabtu (27/2/2026), menargetkan ibu kota Teheran dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa, termasuk kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta aset AS di negara-negara Teluk, memicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pada Selasa (3/3/2026), Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, mengutuk keras aksi tersebut sebagai 'tindakan brutal yang merusak tatanan internasional' dan berpotensi memicu konflik global serta kebangkitan radikalisme. Ia menyampaikan belasungkawa atas kematian Khamenei dan mengajak umat Islam mendoakan Iran. Namun, Gus Yahya juga menyesali serangan balasan Iran yang 'tanpa alasan dapat diterima', karena memperburuk situasi. PBNU menyerukan konsolidasi internasional melalui PBB untuk menegakkan tatanan dunia.
Menteri Luar Negeri Sugiono melakukan panggilan telepon dengan Menlu Iran Abbas Araghchi pada hari yang sama, menegaskan kesiapan Indonesia memfasilitasi dialog damai dan de-eskalasi. 'Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak untuk mencapai stabilitas kawasan,' katanya. Presiden Prabowo Subianto bersedia bertolak ke Teheran untuk mediasi jika disetujui pihak terkait. Indonesia mendesak semua pihak menahan diri dan mematuhi hukum internasional serta Piagam PBB.
Di dalam negeri, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Densus 88 Antiteror siaga penuh jelang mudik Lebaran 2026, mengingat Iran mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan. Ia menyebut ada 13.252 kelompok teror yang dimonitor, dan tujuh tersangka telah diamankan sebelum mudik tahun lalu. Sementara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperingatkan lonjakan harga akibat gangguan rantai pasok melalui Selat Hormuz, yang mengalirkan 30 persen minyak dunia. Ia menginstruksikan BUMD mempersiapkan krisis potensial dan berharap konflik tidak berlarut-larut.