Indonesia kecam serangan Israel ke Lebanon sebagai pelanggaran hukum internasional

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam keras serangan Israel ke Beirut dan wilayah Lebanon lainnya yang menewaskan warga sipil dan merusak infrastruktur. Serangan itu disebut melanggar hukum internasional dan berpotensi memperburuk ketegangan regional. Indonesia menuntut penghentian kekerasan dan menyerukan de-eskalasi.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan kecaman keras terhadap serangan Israel di Beirut dan berbagai wilayah Lebanon. Pernyataan itu diposting di akun X resmi Kemlu pada Jumat, 10 April 2026.

"Indonesia mengecam keras berbagai serangan Israel terhadap Beirut dan berbagai wilayah di Lebanon yang telah menyebabkan banyak korban jiwa di kalangan sipil serta kerusakan fisik," tulis Kemlu.

Kemlu menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional. Tindakan itu juga berisiko membahayakan keamanan global dengan memperburuk ketegangan regional.

Indonesia menuntut Israel menghentikan kekerasan dan agresi di Lebanon secara permanen. Kemlu menekankan perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil sesuai kewajiban hukum internasional.

"Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri secara maksimal, melakukan upaya de-eskalasi, mengedepankan dialog, serta menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi," tambah pernyataan tersebut.

Artikel Terkait

Indonesian clerics and politicians at a Jakarta press conference condemning US-Israel attack on Iran, with flags, banners, and dramatic imagery.
Gambar dihasilkan oleh AI

MUI dan tokoh Indonesia kecam serangan AS-Israel ke Iran

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sembilan sikap terkait serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran, termasuk kecaman dan seruan perdamaian selama bulan Ramadhan. Kedutaan Besar Iran di Jakarta mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran Piagam PBB, sementara Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menyebutnya ancaman bagi perdamaian dunia yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, sambil meminta Iran menghentikan balas dendam. Menteri Luar Negeri Sugiono menawarkan mediasi Indonesia untuk de-eskalasi konflik. Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Jakarta Pramono Anung bersiap menghadapi dampak keamanan dan ekonomi di dalam negeri.

Dilaporkan oleh AI

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menegaskan bahwa personel Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza berada di bawah kendali nasional penuh dan tidak akan terlibat dalam operasi tempur. Partisipasi ini berbasis mandat Dewan Keamanan PBB Resolusi 2803 (2025) dan fokus pada tugas kemanusiaan. Tugas personel dibatasi pada perlindungan sipil dan bantuan, dengan persetujuan Palestina sebagai syarat utama.

South Korea's foreign ministry urged all parties involved to make utmost efforts to ease regional tensions on Saturday after the United States and Israel attacked Iran, prompting retaliatory strikes. The ministry is taking necessary precautions for the safety of South Koreans in Iran and reported no injuries or casualties among nationals in Iran and Israel. Seoul is closely monitoring the situation.

Dilaporkan oleh AI

Israeli strikes on Wednesday targeted central Beirut and other Lebanese regions, killing 303 and wounding over 1000 according to a provisional official toll. The attacks jeopardize the fragile US-Iran ceasefire in its second day. Direct talks between Israel and Lebanon are confirmed for next week in Washington.

One week after Israel and the USA began attacks on Iran, aid organizations report hundreds dead and thousands injured among civilians. Reports from Tehran and Isfahan describe heavy bombings and growing panic. New analyses point to a US strike on a girls' school.

Dilaporkan oleh AI

The Iranian Embassy in Seoul's Yongsan district has displayed a large banner on its exterior wall condemning recent US-Israel airstrikes. The banner features a portrait of former Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, killed in the strikes, along with messages questioning accountability for war crimes. South Korea's Ministry of Foreign Affairs stated it was difficult to confirm details.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak