Indonesian diplomat at press conference expressing concern over Venezuela violence and urging dialogue.
Indonesian diplomat at press conference expressing concern over Venezuela violence and urging dialogue.
Gambar dihasilkan oleh AI

Indonesia prihatin atas tindakan kekerasan di Venezuela

Gambar dihasilkan oleh AI

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan di Venezuela, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Pernyataan tersebut tidak menyebutkan Amerika Serikat secara langsung sebagai pelaku. Indonesia menyerukan dialog dan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Pada 5 Januari 2026, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) merilis pernyataan melalui akun X yang menyatakan keprihatinan atas situasi di Venezuela. Pernyataan itu menyoroti risiko tindakan kekerasan yang dapat mengganggu stabilitas kawasan, melemahkan prinsip kedaulatan, dan menciptakan preseden berbahaya. "Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional," tulis Kemenlu.

Latar belakang peristiwa bermula pada dini hari Sabtu, 3 Januari 2026, ketika serangan militer Amerika Serikat menargetkan instalasi sipil dan militer di Venezuela, menyebabkan ledakan dahsyat di beberapa negara bagian. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi serangan tersebut dan mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, yang dibawa ke AS untuk menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan narkoba dan kerjasama dengan organisasi teroris. Venezuela segera menyatakan keadaan darurat nasional, dan Mahkamah Agungnya menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.

Kemenlu RI menekankan bahwa komunitas internasional harus menghormati hak rakyat Venezuela untuk menentukan nasib sendiri. Seperti pernyataan sebelumnya pada 3 Januari, Indonesia menyerukan semua pihak untuk mengedepankan dialog, menahan diri, dan mematuhi Piagam PBB serta hukum humaniter internasional. Perlindungan warga sipil juga diutamakan di tengah eskalasi. Mantan Menteri Luar Negeri Dino Pati Djalal menyatakan keheranan atas pernyataan yang standar dan tidak menyebut Amerika Serikat.

Venezuela berencana mengajukan keberatan ke organisasi internasional dan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada 5 Januari.

Artikel Terkait

Indonesian leaders Yahya Cholil Staquf, Sugiono, Listyo Sigit Prabowo, and Pramono Anung at press conference condemning US-Israel attacks on Iran and preparing for impacts.
Gambar dihasilkan oleh AI

Indonesian Leaders Respond to US-Israel Attacks on Iran

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

PBNU Chairman Yahya Cholil Staquf condemned the US and Israel attacks on Iran that killed Supreme Leader Ali Khamenei, while urging Iran to stop revenge actions. Foreign Minister Sugiono offered Indonesia's mediation for de-escalation. Police Chief Listyo Sigit Prabowo and Jakarta Governor Pramono Anung prepared for domestic security and economic impacts.

Indonesia's Ministry of Foreign Affairs has strongly condemned Israel's attacks on Beirut and other areas in Lebanon that killed civilians and damaged infrastructure. The strikes were labeled a serious violation of international law, risking regional escalation. Indonesia demands an end to the violence and calls for de-escalation.

Dilaporkan oleh AI

Indonesia's Embassy in Teheran urges Indonesian citizens in Iran to heighten vigilance following a US and Israeli military strike on February 28, 2026. The attack marks the second under President Donald Trump's administration, amid escalating tensions over Iran's nuclear program. The embassy has set up an emergency hotline for consular assistance.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak