Illustration of Pati Regent Sudewo arrested by KPK in extortion case involving Rp2.6 billion cash seizure.
Illustration of Pati Regent Sudewo arrested by KPK in extortion case involving Rp2.6 billion cash seizure.
Gambar dihasilkan oleh AI

KPK tetapkan bupati Pati tersangka pemerasan jabatan perangkat desa

Gambar dihasilkan oleh AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa. Operasi tangkap tangan dilakukan pada 19 Januari 2026 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan penyitaan uang Rp2,6 miliar. Sudewo diperiksa di Polres Kudus untuk alasan keamanan akibat potensi bentrokan pendukung.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) ketiga tahun 2026 pada 19 Januari 2026 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menangkap Bupati Pati Sudewo (SDW) beserta tiga kepala desa: Abdul Suyono (YON) dari Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan; Sumarjiono (JION) dari Desa Arumanis, Kecamatan Jaken; dan Karjan (JAN) dari Desa Sukorukun, Kecamatan Jaken. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka pada 20 Januari 2026 atas dugaan pemerasan dalam pengisian 601 jabatan perangkat desa yang kosong.

Sejak November 2025, Sudewo diduga membahas rencana pengisian jabatan tersebut dengan orang-orang kepercayaannya, termasuk delapan anggota tim sukses (timses) yang ditunjuk sebagai koordinator kecamatan. Dua di antaranya, YON dan JION, menjadi tersangka karena mengumpulkan dana. Hingga 18 Januari 2026, JION mengumpulkan Rp2,6 miliar dari delapan kepala desa di Kecamatan Jaken. Tarif awal yang ditetapkan Sudewo adalah Rp125 juta hingga Rp150 juta per jabatan, tetapi YON dan JION menaikkannya menjadi Rp165 juta hingga Rp225 juta untuk keuntungan pribadi, disertai ancaman jika calon tidak membayar.

Pada 21 Januari 2026, Sudewo tiba di Gedung KPK Jakarta setelah diperiksa di Polres Kudus, bukan Polres Pati, untuk menghindari bentrokan dengan loyalis pro dan kontra. Plt Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu menyatakan, "Jadi itu strategi kita yang juga mempertimbangkan keamanan yang bersangkutan dan keamanan petugas juga lainnya." Sudewo mengaku tidak tahu-menahu dan merasa dikorbankan, "Saya betul-betul tidak mengetahui sama sekali," katanya. Ia juga membantah menerima imbalan apa pun selama menjabat dan menekankan proses seleksi yang transparan.

KPK juga mendalami dugaan jual beli jabatan di tingkat lebih tinggi dan Sudewo sebagai tersangka suap proyek kereta api di Kementerian Perhubungan. Enam anggota timses lainnya tidak menjadi tersangka.

Artikel Terkait

Courtroom scene of former regent Sudewo denying extortion charges in Semarang court
Gambar dihasilkan oleh AI

Former Pati Regent Sudewo Denies Rp2.49 Billion Extortion Charges at First Hearing

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Former Pati Regent Sudewo denied extortion charges against prospective village officials during his first hearing at the Semarang Corruption Court on Monday (15/6/2026). Prosecutors from the KPK accused Sudewo and three village heads of illegally collecting Rp2.49 billion.

Indonesia's Corruption Eradication Commission (KPK) has named Tulungagung Regent Gatut Sunu Wibowo and his aide Dwi Yoga Ambal as suspects in an alleged corruption extortion case in Tulungagung Regency, East Java, following a sting operation. KPK Enforcement Deputy Asep Guntur Rahayu said the designation was based on sufficient evidence. The suspects are detained from April 11 to 30, 2026.

Dilaporkan oleh AI

Indonesia's Corruption Eradication Commission (KPK) conducted a sting operation (OTT) in Tulungagung, East Java, arresting 16 people including Regent Gatut Sunu Wibowo. This marks the 10th OTT in 2026. KPK has 24 hours to determine the legal status of those detained under the Criminal Procedure Code (KUHAP).

The Corruption Eradication Commission arrested Muara Enim Regent Edison and nine others in a sting operation in South Sumatra.

Dilaporkan oleh AI

Indonesia Police Watch (IPW) has urged the National Police's Professional and Security Division (Propam) to investigate a police officer with initials YS for allegedly acting as a broker in procurement projects for Bekasi Regency government. IPW Chairman Sugeng Teguh Santoso called for scrutiny of ethics violations and corruption linked to Rp16 billion in fees YS received since 2022. The issue surfaced after YS testified in a corruption trial at the Bandung Corruption Court.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak