Former KPK leader Saut Situmorang at press conference revealing details of halted nickel mining corruption investigation in Konawe Utara, with mine visuals and financial loss graphics.
Former KPK leader Saut Situmorang at press conference revealing details of halted nickel mining corruption investigation in Konawe Utara, with mine visuals and financial loss graphics.
Gambar dihasilkan oleh AI

Eks pimpinan KPK ungkap awal kasus korupsi tambang di Konawe Utara

Gambar dihasilkan oleh AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi izin tambang nikel di Konawe Utara yang melibatkan mantan Bupati Aswad Sulaiman, dengan kerugian negara Rp 2,7 triliun. Eks pimpinan KPK Saut Situmorang menjelaskan proses penetapan tersangka pada 2017 yang didasari pengaduan masyarakat dan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penghentian ini disebabkan kendala BPK dalam menghitung kerugian negara.

Pada 3 Oktober 2017, KPK menetapkan Aswad Sulaiman, mantan Penjabat Bupati Konawe Utara periode 2007-2009 dan Bupati periode 2011-2016, sebagai tersangka dugaan korupsi pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi, eksploitasi, serta izin usaha pertambangan operasi produksi di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, tahun 2007-2014. Kasus ini diduga menyebabkan kerugian negara Rp 2,7 triliun dari penjualan hasil produksi nikel akibat perizinan melawan hukum, serta suap Rp 13 miliar yang diterima Aswad pada 2007-2009 dari perusahaan pengaju izin.

Saut Situmorang, pimpinan KPK periode 2015-2019, mengungkapkan proses dimulai dari pengaduan masyarakat yang didalami melalui klarifikasi dan double check. "Selalu pengaduan masyarakat biasanya, kemudian didalami, dikroscek, diklarifikasi, double check, baru kemudian masuk ke penyelidikan," ujar Saut. Proses eskalasi melibatkan satgas, direktur, deputi, hingga pimpinan KPK sebelum diputuskan penyelidikan. Saat penyidikan, KPK menghitung kerugian dengan bantuan BPK untuk menghindari konflik kepentingan. "Jadi, ada pendalaman-pendalaman sampai kami ketemu angka Rp2,7 triliun. Itu juga kan hitungan-hitungan yang bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Pada 18 November 2021, KPK memeriksa Andi Amran Sulaiman, Direktur PT Tiran Indonesia yang kini Menteri Pertanian, sebagai saksi terkait kepemilikan tambang nikel. Rencana penahanan Aswad pada 14 September 2023 dibatalkan karena ia dilarikan ke rumah sakit.

Pada 26 Desember 2025, KPK mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) karena kurangnya kecukupan bukti. Juru bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan tidak ada intervensi eksternal. Kendala utama adalah BPK tidak dapat menghitung kerugian negara sebab pengelolaan tambang tidak termasuk keuangan negara berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003. Delik suap juga kedaluwarsa menurut KUHP lama. Laode Muhammad Syarif, eks pimpinan KPK, menyatakan pada 2017 bukti suap sudah cukup, sementara kerugian sedang dihitung BPK. Penghentian ini menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi proses penegakan hukum di lembaga antirasuah.

Artikel Terkait

KPK press conference announcing two new suspects in Indonesia's Hajj quota corruption scandal, featuring suspect photos, media, and symbolic corruption elements.
Gambar dihasilkan oleh AI

KPK names two new suspects in hajj quota corruption case

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indonesia's Corruption Eradication Commission (KPK) has named two private sector individuals as new suspects in the 2023-2024 hajj quota corruption case, bringing the total to four. The new suspects are PT Maktour Operations Director Ismail Adham and Kesthuri Association Chairman Asrul Aziz Taba. KPK alleges eight hajj travel agencies affiliated with Asrul profited illicitly up to Rp40.8 billion.

The Corruption Eradication Commission seized hundreds of millions of rupiah from Robby Kurniawan, a former expert staff member at the Ministry of Transportation under Budi Karya Sumadi and Dudy Purwagandhi.

Dilaporkan oleh AI

Indonesia's Corruption Eradication Commission (KPK) has named Tulungagung Regent Gatut Sunu Wibowo and his aide Dwi Yoga Ambal as suspects in an alleged corruption extortion case in Tulungagung Regency, East Java, following a sting operation. KPK Enforcement Deputy Asep Guntur Rahayu said the designation was based on sufficient evidence. The suspects are detained from April 11 to 30, 2026.

Indonesia's Attorney General's Office (Kejagung) has named Hery Susanto as a suspect in an alleged corruption case involving nickel mining governance from 2013 to 2025. Investigators are now pursuing a mysterious figure suspected of giving him Rp1.5 billion in gratifications. The Ombudsman RI has apologized for the incident while assuring that public service oversight functions will continue uninterrupted.

Dilaporkan oleh AI

The Corruption Eradication Commission arrested Muara Enim Regent Edison and nine others in a sting operation in South Sumatra.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak