PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Perum Perhutani menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Pemkab Jember untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayah perkebunan dan hutan. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi di Universitas Jember pada 13 April 2026. Bupati Jember Muhammad Fawait menyerukan sinergi semua pemangku kepentingan.
Diskusi bertajuk “Potret Kemiskinan Ekstrem di Lahan Negara, Siapa Bertanggung Jawab?” digelar di Universitas Jember pada Senin, 13 April 2026. Bupati Jember Muhammad Fawait, atau Gus Fawait, menekankan bahwa kemiskinan ekstrem di Jember, termasuk 22.043 jiwa atau 5.325 keluarga di kawasan perkebunan per Desember 2025, tidak bisa diatasi hanya dengan APBD kabupaten.
“Kemiskinan di Jember tidak mungkin bisa diatasi hanya dengan APBD Jember. Kita harus berkolaborasi,” kata Gus Fawait. Ia mengajak PTPN memastikan upah layak bagi pekerja perkebunan dan Perhutani membuka akses perhutanan sosial di 36.000 hektare lahan hutan.
Koordinator Manajer Kebun Wilayah Jember PTPN I Regional 5, Benny Hendricrianto, menyatakan PTPN siap bersinergi. PTPN telah menjalankan program seperti bedah rumah warga miskin, pasar murah, penanganan stunting, serta TJSL senilai Rp28 miliar untuk 2.800 peternak sapi dengan bunga 3 persen melalui bank Himbara. PTPN juga punya KSO tebu di Kebun Mumbul dan jagung untuk ketahanan pangan.
Kepala Perum Perhutani Jawa Timur Wawan Tri Wibowo menjanjikan pengawalan program perhutanan sosial agar tepat sasaran, termasuk pendampingan bagi warga. “Perhutani siap terbuka, siap memberikan akses, mendukung program Pak Bupati,” ujarnya. Gus Fawait berharap setiap hektare dikelola satu keluarga miskin ekstrem, sehingga 36.000 keluarga bisa lepas dari kemiskinan dalam 1-2 tahun.
Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo dan Prof Ahmad Zainuri dari Universitas Jember mendukung kolaborasi agar tidak sekadar bantuan sementara.