Dua skema hunian tetap untuk korban bencana di Sumatera

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat pembangunan 36.669 unit hunian tetap bagi korban bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pembangunan akan dimulai setelah Idulfitri 1447 H/2026 dengan dua skema utama: in situ dan relokasi komunal. Koordinasi dengan pemerintah daerah dijadwalkan segera dilakukan.

Pemerintah melalui Satgas PRR Pascabencana Sumatera fokus memulihkan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program utama adalah pembangunan hunian tetap (huntap) untuk warga dengan rumah rusak berat, roboh, atau hanyut akibat banjir. Rencana ini akan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, dengan koordinasi lanjutan bersama pemerintah daerah (pemda) yang siap membangun. Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, yang juga Menteri Dalam Negeri, menyatakan, “Kami sudah janjian nanti setelah lebaran ini dengan Menteri PKP untuk turun koordinasikan pemda-pemda yang mana sudah siap dibangun, untuk segera dibangun.” Sinergi melibatkan BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Polri, serta sektor swasta dan masyarakat. Pembangunan menggunakan dua skema: in situ di lokasi atau sekitar tempat tinggal lama yang aman dari risiko bencana, seperti di Kabupaten Bireuen dengan 365 unit; serta relokasi komunal ke kawasan baru yang aman untuk daerah rawan. Total rencana mencakup 36.669 unit hunian tetap di tiga provinsi, dengan 110 unit sudah selesai dan 1.359 unit dalam pengerjaan.

Artikel Terkait

President Prabowo joins Eid al-Fitr prayer with Aceh disaster survivors at Masjid Darussalam, distributing aid and inspecting flood recovery.
Gambar dihasilkan oleh AI

President Prabowo Joins Eid al-Fitr Prayer with Aceh Disaster Survivors, Inspects Flood Recovery Progress

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

In a follow-up to his December 2025 survey of Aceh floods, President Prabowo Subianto performed Idul Fitri 1447 H prayer on March 21, 2026, with around 1,300 flood and landslide survivors at Masjid Darussalam in Aceh Tamiang. Accompanied by key officials, he distributed aid, inspected temporary housing, and received updates on rapid rehabilitation progress across Aceh, North Sumatra, and West Sumatra.

The Satgas PRR is accelerating repairs to roads and bridges in Aceh, North Sumatra, and West Sumatra to restore connectivity for survivors of the hydrometeorological disaster. As of April 18, nearly all damaged national and local roads and bridges are functional again. Head of Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian emphasized infrastructure reconstruction as the top priority.

Dilaporkan oleh AI

Indonesia's central government handed over 120 phase-one permanent housing units to survivors of a hydrometeorological disaster in Tapanuli Selatan district, North Sumatra. The handover was led by Interior Minister Tito Karnavian on Friday, March 27, 2026, who praised it as the fastest process in Sumatra.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak