Pemerintah serahkan 120 unit huntap untuk penyintas bencana di Tapsel

Pemerintah pusat menyerahkan 120 unit hunian tetap tahap pertama kepada korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Penyerahan dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Jumat (27/3/2026), yang memuji kecepatan proses sebagai yang tercepat di Sumatra.

Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara -- Pemerintah pusat secara resmi menyerahkan 120 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama kepada masyarakat korban bencana hidrometeorologi. Acara penyerahan kunci dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra.

Tito Karnavian menilai pembangunan huntap ini sebagai gotong royong tercepat dalam penanganan bencana di Sumatra. "Nah, ini termasuk gotong royong tercepat, tercepat saya sampaikan ini. Paling cepat," katanya pada Jumat (27/3/2026).

Percepatan proses melibatkan tiga tahap utama. Pertama, pemerintah daerah menyusun data korban secara rinci berbasis nama dan alamat (by name by address) beserta tingkat kerusakan hunian. Data diverifikasi Badan Pusat Statistik (BPS) di lapangan, sebelum pembangunan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta pihak nonpemerintah seperti Yayasan Buddha Tzu Chi.

Mendagri mengapresiasi Bupati Tapsel Gus Irawan atas kecepatan dan kelengkapan data dari kerusakan ringan hingga berat. Hal ini mempercepat pencairan dana tunggu hunian (DTH) Rp1,8 juta untuk tiga bulan, serta bantuan lain seperti Jaminan Hidup Rp15.000 per orang per hari dari Kementerian Sosial, perabotan rumah tangga Rp3 juta, dan stimulan ekonomi Rp5 juta.

Tito menekankan keberhasilan Tapsel sebagai contoh bagi daerah lain yang terdampak.

Artikel Terkait

Indonesia's Satgas PRR for Sumatra disasters is accelerating the construction of 36,669 permanent housing units for victims of hydrometeorological disasters in Aceh, North Sumatra, and West Sumatra. Construction will start after Idulfitri 1447 H/2026 using two main schemes: in situ and communal relocation. Coordination with local governments is set to begin soon.

Dilaporkan oleh AI

Sumatra Post-Disaster Acceleration Task Force for Rehabilitation and Reconstruction reports progress in permanent (huntap) and temporary (huntara) housing as of April 3, 2026. A total of 230 huntap units completed out of 35,368 planned, while huntara reached 17,084 units or 89 percent of the target. Waiting housing funds have also been fully disbursed to 14,021 recipients.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak