PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong pelestarian hutan melalui program Green Impact menjelang Hari Hutan Sedunia. Hingga November 2025, PNM telah menanam 75.000 pohon dan menargetkan tambahan 85.000 pohon pada 2026.
Peringatan Hari Hutan Sedunia menekankan peran hutan sebagai penopang ekosistem, paru-paru bumi, penyerap emisi karbon, pelindung keanekaragaman hayati, dan sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat, termasuk kelompok ultra mikro di Indonesia. Laporan Global Forest Resources Assessment 2020 dari Food and Agriculture Organization mencatat kehilangan sekitar 10 juta hektare hutan setiap tahun pada 2015–2020, menunjukkan tantangan global yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak. PT Permodalan Nasional Madani (PNM), melalui program Green Impact sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), berkontribusi nyata dalam pelestarian hutan. Hingga November 2025, PNM telah menanam 75.000 pohon di berbagai wilayah Indonesia dan menargetkan penambahan 85.000 pohon pada 2026 untuk mendukung pemulihan ekosistem. Program ini tidak hanya menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat, termasuk nasabah PNM, untuk dampak ekologis dan sosial. Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyatakan, “Dari langkah kecil yang dilakukan bersama, akan tumbuh dampak yang lebih besar bagi alam dan generasi mendatang.” PNM berharap program ini memperkuat upaya bersama menjaga hutan sebagai sumber kehidupan dan menciptakan masa depan berkelanjutan.