Bank Mandiri catat laba Rp15,4 triliun pada kuartal I-2026

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba bersih konsolidasi Rp15,4 triliun pada kuartal I-2026, naik 16,6 persen secara tahunan. Kinerja ini didukung pertumbuhan kredit 17,4 persen menjadi Rp1.530 triliun dan DPK Rp1.675 triliun, masing-masing melampaui rata-rata industri.

Bank Mandiri mengumumkan hasil keuangan kuartal I-2026 pada Public Expose tanggal 21 April 2026 di Jakarta. Direktur Utama Riduan menyatakan laba bersih mencapai Rp15,4 triliun, dengan Return on Equity (ROE) 22,1 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 19,7 persen.

"Posisi ini memberikan ruang yang kuat bagi Bank Mandiri untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi potensi gejolak pasar ke depan," tutur Riduan.

Penyaluran kredit tumbuh 17,4 persen YoY menjadi Rp1.530 triliun, di atas rata-rata industri 9,37 persen. DPK bank only naik 21,1 persen YoY ke Rp1.675 triliun, melebihi industri 13,2 persen. Rasio BOPO turun ke 58,0 persen dan NPL gross 0,98 persen.

Bank Mandiri juga memperkuat pembiayaan berkelanjutan, dengan portofolio Rp320 triliun naik 8,8 persen YoY. Pada kuartal ini, disalurkan Rp3,6 triliun untuk green building dan Rp5,2 triliun untuk sumber daya alam hayati. Green Bond Tahap II Rp5 triliun telah terealisasi penuh, 72 persen untuk sumber daya alam hayati dan 28 persen untuk transportasi ramah lingkungan.

Bertepatan Hari Bumi 22 April 2026, Bank Mandiri meluncurkan fitur Livin Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri. Wakil Direktur Utama Henry Panjaitan menyebut fitur ini memungkinkan nasabah menghitung jejak karbon, menanam pohon, dan akses sertifikat pengurangan emisi gas rumah kaca bersama IDX Carbon.

Artikel Terkait

Jakarta skyline with billboard announcing Indonesia's record 5.61% Q1 2026 GDP growth, highest in G20, amid celebrating officials and rising economic graphs.
Gambar dihasilkan oleh AI

Indonesia's Q1 2026 economic growth hits 5.61 percent, highest in G20

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indonesia's economy grew 5.61 percent in Q1 2026, the highest in five years and among G20 nations releasing data, according to BPS. Kadin, officials, and the Finance Minister praised the achievement amid global challenges. Growth was driven by household consumption, government spending, and investment.

PT Bank Syariah Nasional recorded strong performance in the first half of 2026 with total assets of Rp78.8 trillion.

Dilaporkan oleh AI

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) reported a net profit of Rp173 billion in Q1 2026, up 8% year-over-year despite a 4% decline in net revenue to Rp4.0 trillion. The company improved operational efficiency amid economic slowdown in the automotive sector. Group CFO Beatrice Kartika expressed optimism about sustained performance resilience.

Co-op Bank reported a profit of Ksh11.37 billion for the first quarter of 2026. The bank called the result its best-ever performance in any single quarter.

Dilaporkan oleh AI

The Superintendencia Financiera reported that Colombian banks accumulated 6.9 trillion pesos in profits by the end of May, a 44 percent increase from the same period in 2025. Bancolombia led with 3.1 trillion pesos in earnings.

Intesa Sanpaolo posted a record net income of €2.8 billion for the first quarter of 2026. The result delivered a 25 percent return on tangible equity while pre-provision income rose 9 percent from a year earlier. The bank remains on track to meet its medium-term financial targets according to recent analysis.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak