Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026 bisa mencapai 5,7 persen. Ia menyatakan pemerintah masih punya ruang untuk mendorong aktivitas ekonomi karena kuartal tersebut baru memasuki April 2026. Pernyataan itu disampaikan Purbaya di Jakarta pada 24 April 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke angka 5,7 persen pada kuartal II-2026. "Kami akan dorong ke sana (5,7 persen). Ini kan April belum habis. Masih ada Mei dan Juni. Nanti begitu April datanya jelas, kami lihat, kami akan kasih dorongan lagi ke ekonomi," ujarnya di Jakarta Selatan pada Jumat, 24 April 2026.
Purbaya menilai kenaikan harga komoditas, termasuk minyak kelapa sawit (CPO), tidak serta merta memperlambat ekonomi. Dampaknya tergantung besaran kenaikan dan pengaruhnya terhadap masyarakat. Ia berjanji berkoordinasi dengan menteri terkait untuk mencegah tekanan besar.
Jika ekonomi melambat, Purbaya siap memberikan stimulus dari berbagai sisi. "Kalau melambat, saya akan kasih stimulus dari berbagai sisi. Bisa saja cash money-nya diperbaiki lagi, diperkuat lagi, bisa yang lain," katanya. Ia juga membuka peluang mempercepat realisasi belanja kementerian/lembaga (K/L).
Secara keseluruhan, kebijakan akan mempertimbangkan kondisi masyarakat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar tetap pro-rakyat. Pemerintah akan mengoptimalkan program-program untuk dampak nyata pada perekonomian.