Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik meski kondisi global tidak menentu, karena kondisi fiskal dan pendapatan negara masih aman. Ia menyoroti Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp420 triliun sebagai pertahanan berlapis. Keputusan menahan harga BBM subsidi hingga akhir 2026 merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Jakarta, VIVA dan ANTARA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kondisi fiskal Indonesia aman untuk menopang subsidi dan penahanan harga BBM, meski situasi global tidak menentu. Ia menekankan pemerintah selalu menghitung secara detail keuangan negara, efisiensi anggaran, dan simulasi harga minyak dunia.
Salah satu indikator kekuatan fiskal adalah SAL sebesar Rp420 triliun. "Jadi itu menunjukkan bahwa kita masih punya pertahanan berlapis. Jadi teman-teman enggak usah takut," kata Purbaya saat berbincang dengan media di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Purbaya menegaskan kebijakan menahan harga BBM subsidi hingga akhir 2026 bukan inisiatatif pribadi atau sektoral, melainkan arahan Presiden Prabowo Subianto. "Itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden," ujarnya. Presiden mempertimbangkan dampak ekonomi secara detail, dengan simulasi harga minyak seperti US$80, US$90, dan US$100 per barel.
Pemerintah juga memperhitungkan peningkatan pendapatan dari sektor ESDM dan kebijakan Menteri Bahlil. "Karena saya memastikan bahwa uangnya ada," tambah Purbaya.