Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kebijakan bekerja dari rumah pada hari Jumat dapat menghemat bahan bakar minyak tanpa mengganggu produktivitas nasional. Pernyataan ini disampaikan saat bertemu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat ini. Kebijakan tersebut masih dibahas dan dipantau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan work from home (WFH) yang sedang disiapkan pemerintah tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi nasional jika diterapkan secara selektif. Ia mengusulkan hari Jumat sebagai hari WFH untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) akibat berkurangnya mobilitas masyarakat.
"Nggak (mengganggu), kalau kita pilih dengan cermat. Kalau kita pilih Jumat, jadi pasti ada penghematan BBM berapa persen lah, saya nggak tahu detailnya karena bisa berubah-ubah tergantung harga minyak," ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/3/2026).
Purbaya menjelaskan bahwa sektor strategis seperti industri manufaktur dan pelayanan publik akan tetap beroperasi normal karena tidak semua pekerjaan bisa dilakukan jarak jauh. "Kalau untuk produktivitas kan, kalau untuk pabrik-pabrik dan lain-lain yang memang memerlukan kerja terus-menerus, ya nggak harus kan. Terus untuk pelayanan publik ya tetap jalan. Jadi harusnya nggak masalah kalau cuma satu hari saja. Produktivitas kita total nggak akan terlalu terganggu," tambahnya.
Pembahasan kebijakan WFH masih berlangsung di tingkat pemerintah dan dipantau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Purbaya menyebutkan bahwa pengumuman resmi akan segera disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.