Menteri Keuangan Purbaya kurang bayar pajak Rp50 juta saat lapor SPT

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kurang bayar pajak sekitar Rp50 juta saat melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan pribadinya. Ia menyoroti kendala sistem Coretax yang kadang 'muter-muter' dan umumnya dialami wajib pajak dengan banyak sumber penghasilan.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyelesaikan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT PPh) untuk wajib pajak orang pribadi. Dalam proses itu, ia menemukan kekurangan pembayaran pajak sekitar Rp50 juta, yang diperkirakannya sendiri dengan kata-kata, “Rp50 juta kayaknya.” Purbaya menjelaskan bahwa kondisi kurang bayar sering terjadi pada individu dengan lebih dari satu sumber penghasilan, karena pemotongan pajak di setiap sumber tidak selalu mencakup total kewajiban. “Kalau kerja di banyak tempat, hampir pasti kurang bayar loh,” ujarnya di Jakarta pada Rabu, 25 Maret 2026. Ia membandingkan dengan masa jabatannya sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di mana ia tidak pernah kurang bayar karena penghasilan hanya dari satu institusi. Pada 2025, pendapatannya berasal dari LPS dan Kementerian Keuangan. Purbaya tidak mengisi SPT secara mandiri, melainkan dibantu petugas pajak. Ia mengeluhkan sistem yang “kadang-kadang muter-muter,” menjadikannya catatan untuk perbaikan berkelanjutan pada perangkat lunak Coretax guna memudahkan wajib pajak. Hari itu juga, pemerintah mengumumkan perpanjangan batas pelaporan SPT orang pribadi hingga 30 April 2026, dari sebelumnya 31 Maret 2026, karena bertepatan dengan Ramadhan dan Idul Fitri.

Artikel Terkait

Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa assures fiscal safety and stable fuel prices at press conference.
Gambar dihasilkan oleh AI

Menteri keuangan pastikan fiskal aman di tengah ketidakpastian global

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik meski kondisi global tidak menentu, karena kondisi fiskal dan pendapatan negara masih aman. Ia menyoroti Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp420 triliun sebagai pertahanan berlapis. Keputusan menahan harga BBM subsidi hingga akhir 2026 merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pemecatan dua pejabat Kementerian Keuangan pada 4 Mei 2026 setelah menginvestigasi lima pejabat terkait manajemen restitusi pajak. Keputusan ini diambil guna mengatasi ketidaksesuaian data pencairan restitusi tahun anggaran 2025. Purbaya juga menyatakan aturan baru restitusi untuk proses yang lebih tertib.

Dilaporkan oleh AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis defisit APBN 2026 dapat dikendalikan berkat pertumbuhan penerimaan pajak Januari sebesar 30,8 persen. Capaian ini mencapai Rp116,2 triliun, atau 4,9 persen dari target APBN. Strategi pemerintah fokus pada stimulus ekonomi daripada kenaikan tarif pajak.

Pemerintah Indonesia melanjutkan insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (PPh 21 DTP) untuk sektor manufaktur dan padat karya hingga akhir 2026. Kebijakan ini memungkinkan pekerja menerima gaji penuh tanpa potongan pajak, dengan pemerintah menanggungnya dalam bentuk tunai. Pengumuman disampaikan saat kunjungan kerja Kementerian Keuangan di Nganjuk pada 16 April 2026.

Dilaporkan oleh AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) terkait APBN 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto. Usulan ini muncul akibat potensi kenaikan defisit APBN melebihi 3 persen karena lonjakan harga minyak dunia imbas perang di Timur Tengah. Hal ini disampaikan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada 13 Maret 2026.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat kerja pemerintah selama empat jam di Istana Kepresidenan pada 8 April 2026, melibatkan menteri, pejabat eselon I, dan direktur utama BUMN. Ia menekankan peningkatan efisiensi birokrasi, pengurangan kebocoran, dan komitmen menjaga rasio utang di bawah 40 persen PDB serta defisit APBN di bawah 3 persen. Rapat juga membahas swasembada protein dan ketahanan pangan.

Dilaporkan oleh AI

The Kenya Revenue Authority (KRA) revealed that only two in five of the country's 20.2 million registered taxpayers are active. This has led to a Ksh982 billion tax collection gap. Officials cited challenges in the informal sector and under-reporting.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak