Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat kerja pemerintah selama empat jam di Istana Kepresidenan pada 8 April 2026, melibatkan menteri, pejabat eselon I, dan direktur utama BUMN. Ia menekankan peningkatan efisiensi birokrasi, pengurangan kebocoran, dan komitmen menjaga rasio utang di bawah 40 persen PDB serta defisit APBN di bawah 3 persen. Rapat juga membahas swasembada protein dan ketahanan pangan.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat kerja pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026. Rapat yang berlangsung sekitar empat jam itu dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta direktur utama BUMN.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, Prabowo mengucapkan terima kasih atas pencapaian selama 1,5 tahun, termasuk swasembada beras. Ia mendorong swasembada protein, khususnya dari sumber kelautan seperti ikan. "Kita harus mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan kita... termasuk protein," kata Prasetyo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan komitmen pemerintah menjaga rasio utang di bawah 40 persen PDB—meski UU membolehkan hingga 60 persen—dan defisit APBN di bawah 3 persen hingga akhir tahun. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 mencapai 5,5 persen, didukung indikator positif seperti cadangan devisa dan penerimaan pajak.
Prabowo juga menekankan birokrasi lebih cepat, efisien, dan produktif dengan mengurangi kebocoran. Ia merespons kritik pribadi seperti "bodoh" atau "keras kepala" sebagai peringatan untuk waspada, serta memperingatkan bahaya hoaks dan AI di media sosial.