Pimpinan parpol kumpul bahas isu kebaikan bangsa

Empat pimpinan partai politik dari koalisi pendukung pemerintahan berkumpul di kediaman Bahlil Lahadalia pada 28 Desember 2025. Pertemuan itu membahas politik berkeadaban, gotong royong untuk pembangunan nasional, dan isu mendesak seperti rehabilitasi pascabencana di Sumatera. Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menegaskan diskusi difokuskan pada kebaikan bangsa.

Pada Minggu, 28 Desember 2025, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, dan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bertemu di kediaman Bahlil di Jakarta. Pertemuan ini diungkap oleh politisi Golkar Arief Rosyid Hasan, yang menyebutnya sebagai silaturahmi sekaligus diskusi untuk memperkuat koalisi dan agenda politik ke depan.

"(Pertemuan) silaturahmi dan diskusi untuk memperkuat koalisi dan membahas beberapa agenda politik ke depan," ujar Arief Rosyid Hasan, seperti dikutip ANTARA pada 30 Desember 2025.

Sekjen PKB Hasanuddin Wahid (Cak Udin) menjelaskan bahwa pembicaraan mencakup politik yang berkeadaban, kesantunan, serta gotong royong seluruh kekuatan politik untuk menyukseskan pembangunan nasional. Ia menegaskan tidak membahas RUU Pemilu atau wacana pilkada melalui DPRD, melainkan isu lebih mendesak.

"Lebih mendesak bahas percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera," tutur Cak Udin.

Keempat partai tersebut tergabung dalam koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto, yang juga melibatkan Partai Demokrat, PBB, Gelora, PSI, Garuda, PRIMA, dan Partai Aceh. Saat ini, wacana pemilihan kepala daerah via DPRD sedang menjadi sorotan, dengan Gerindra menyatakan dukungannya untuk efisiensi biaya—dari Rp7 triliun pada 2015 menjadi lebih dari Rp37 triliun pada 2024. Namun, pertemuan ini lebih menekankan isu kemanusiaan dan persatuan nasional.

Artikel Terkait

President Prabowo Subianto delivers a reform-focused speech at Golkar's 61st anniversary event in Jakarta.
Gambar dihasilkan oleh AI

Prabowo dorong reformasi politik di hut golkar

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, pada 5 Desember 2025. Dalam pidatonya, ia mendorong reformasi sistem politik untuk mengurangi biaya tinggi dan permainan uang dalam demokrasi. Prabowo juga memuji pemimpin Golkar dan berbagi candaan ringan dengan hadirin.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar audiensi dengan pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (3/2/2026) siang. Pertemuan ini bertujuan menjelaskan keputusan pemerintah bergabung dengan Board of Peace yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump, di tengah kontroversi iuran Rp 16,7 triliun.

Dilaporkan oleh AI

Pada 30 Desember 2025, Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar kegiatan Doa Akhir Tahun bersama Anak-Anak Mulia untuk Keselamatan Bangsa di Jakarta. Acara ini menjadi refleksi spiritual akhir tahun sekaligus doa bersama demi keselamatan bangsa, persatuan nasional, dan masa depan Indonesia yang lebih baik. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memimpin acara sambil memotivasi anak yatim piatu untuk terus belajar dan berusaha.

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan pejabat kunci di kediamannya pada 2 Januari 2026, di mana ia memberikan tugas khusus awal tahun kepada Sufmi Dasco Ahmad, Prasetyo Hadi, Sugiono, dan Teddy Indra Wijaya. Pertemuan itu juga membahas laporan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi Sumatra. Ini menyusul rapat koordinasi di Aceh pada 1 Januari 2026 tentang penerimaan bantuan pemulihan.

Dilaporkan oleh AI

Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar rapat pleno pada 9-10 Desember 2025 di Jakarta untuk menetapkan pejabat ketua umum. Rapat ini muncul di tengah konflik internal yang melibatkan pemecatan Gus Yahya dan isu tata kelola keuangan. Undangan resmi telah diterbitkan pada 2 Desember 2025.

Partai Gerindra mendukung usulan agar kepala daerah dipilih melalui DPRD sebagai langkah berani untuk mengubah sistem Pilkada yang mahal. Ketua DPP Gerindra Prasetyo Hadi menyoroti biaya politik tinggi dan pengeluaran negara yang besar sebagai alasan utama. Dukungan ini sejalan dengan pandangan Ketua Umum partai, Presiden Prabowo Subianto.

Dilaporkan oleh AI

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang memperkuat peran negara untuk percepatan pembangunan Indonesia. Ia menekankan langkah-langkah seperti penertiban anggaran dan program sosial yang langsung dirasakan masyarakat. Kebijakan ini bertujuan menutup ketertinggalan dan memanfaatkan momentum demografi.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak