Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat berisi delapan poin utama kepada pimpinan TNI dan Polri dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun 2026 yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada 9 Februari 2026. Ia menekankan sinergi kedua aparat, kesiapsiagaan membantu rakyat, dan dukungan terhadap program pemerintah. Acara ini dihadiri lebih dari 600 pimpinan tinggi untuk pertama kalinya di istana.
Rapat Pimpinan TNI-Polri Tahun 2026 digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026, dengan kehadiran lebih dari 600 pimpinan dari berbagai satuan TNI dan Polri. Ini merupakan kali pertama acara rutin tahunan tersebut diadakan di Istana Merdeka, yang biasanya bergantian di markas TNI atau Polri.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat yang disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Delapan poin utama mencakup: pertama, apresiasi terhadap kecepatan penanganan bencana oleh TNI-Polri; kedua, penguatan kekompakan dan sinergi TNI-Polri dari tingkat tertinggi hingga prajurit terbawah, khususnya di Sumatra; ketiga, kesiapan sigap membantu rakyat kapan pun diperlukan sebagai bukti kepercayaan publik.
Keempat, dukungan terhadap program strategis pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, kedaulatan pangan dan energi, serta pembangunan jembatan desa. Kelima, penegakan hukum yang adil bagi siapa pun; keenam, pelaksanaan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) bersama pemerintah daerah di berbagai lingkungan; ketujuh, penjagaan sumber daya alam dari eksploitasi ilegal; dan kedelapan, pemeliharaan kesiapsiagaan tugas secara berkelanjutan.
"Kapan pun warga membutuhkan bantuan, maka saat itulah TNI-Polri harus langsung turun membantu," kata Presiden Prabowo, sebagaimana disampaikan Teddy.
Selain itu, dalam kesempatan terpisah di sela acara, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan salah satu isi taklimat adalah pemberian penghargaan (reward) bagi prajurit berprestasi atau berjasa, seperti kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), penugasan sekolah, atau piagam. Penghargaan ini tidak harus berkala, melainkan langsung diberikan untuk aksi heroik atau prestasi internasional. "Ya kalau misalnya ada prestasi, ada yang bekerja di tempat bencana, (penugasan itu) sangat luar biasa, ya harus dikasih reward biar (menjadi) kebahagiaan anggota itu bisa dapat penghargaan," ujar Maruli di Kompleks Istana pada 10 Februari 2026.
Acara ini menjadi momentum penguatan visi bersama pemerintah dan aparat keamanan untuk menjaga stabilitas negara serta memastikan program pemerintah berjalan efektif.