Akademisi dan Guru Besar STIK-PTIK Albertus memuji pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dinilai penuh perencanaan matang oleh Korlantas Polri. Ia menyoroti pengerahan sumber daya manusia, anggaran, dan teknologi sebagai kunci keberhasilan. Penelitian menunjukkan tingkat persetujuan publik mencapai 93 persen.
Jakarta – Albertus, akademisi dan Guru Besar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), memberikan apresiasi atas pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Ia menyatakan keberhasilan operasi tersebut tidak lepas dari kemampuan Korlantas Polri dalam mengerahkan berbagai sumber daya.
"Apresiasi kita kepada Korlantas karena mampu mengerahkan sumber daya, bukan hanya anggaran, tetapi juga manusianya dan teknologinya," ujar Albertus pada Minggu, 12 April 2026.
Albertus menekankan bahwa perencanaan operasi menggunakan pendekatan prediktif berbasis analisis ilmiah, didukung teknologi modern, bukan hanya prosedur standar. Ia juga memuji kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho yang berhasil mengoordinasikan lintas sektor seperti Dinas Perhubungan dan pariwisata.
"Leadership dari Pak Kakorlantas mampu mengorganize berbagai komponen seperti Dishub dan pariwisata, sehingga semuanya berjalan serempak dan hasilnya menjadi baik," tambahnya.
Hasil penelitian bersama Ikatan Doktor Ilmu Kepolisian Indonesia menunjukkan persetujuan publik terhadap kebijakan lalu lintas mencapai 93 persen, mencerminkan good governance yang efektif.