Korps Lalu Lintas Polri mencatat peningkatan kendaraan meninggalkan Jakarta pada hari kelima Operasi Ketupat 2026, dengan 28 persen dari proyeksi 3,5 juta kendaraan telah keluar. Kondisi lalu lintas secara umum masih terkendali meski ada kepadatan.
CIKAMPEK — Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) mencatat arus kendaraan meninggalkan Jakarta meningkat memasuki hari kelima Operasi Ketupat 2026. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan sekitar 28 persen dari proyeksi 3,5 juta kendaraan telah meninggalkan ibu kota menuju Trans Jawa, Jawa Barat, Cikupa Banten, hingga Sumatera, berdasarkan data hingga 16 Maret 2026 atau H-5 Lebaran. Konferensi pers digelar di Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 Polda Jawa Barat, Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, pada 17 Maret 2026. “Tetapi sampai saat ini kondisi arus lalu lintas cukup terkendali. Kepadatan ada, peningkatan arus juga ada, tetapi dengan adanya work from anywhere ini keberangkatannya lebih terurai,” kata Agus. Pengaturan lalu lintas meliputi rekayasa seperti contraflow dan one way jika volume meningkat. Korlantas merencanakan one way nasional mulai KM 70 pada 18 Maret pukul 10-12 siang, yang dapat diperpanjang hingga KM 414 jika diperlukan. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyiapkan tim urai lalu lintas, pembagian takjil, dan makanan sahur, melibatkan polisi dan TNI. Pengamanan difokuskan pada lima klaster: jalan tol, arteri nasional, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan kawasan wisata. Kementerian Perhubungan turut memantau menggunakan data analitik. Sementara itu, tingkat kemacetan di Jakarta turun menjadi 28 persen dengan kecepatan rata-rata 27,3 km/jam, menandakan lalu lintas lebih lancar di ibu kota akibat mudik awal.